Internationalmedia.co.id – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengisyaratkan kemungkinan pelarangan penggunaan ponsel di sekolah menengah atas (SMA) mulai tahun depan. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kebijakan serupa yang telah diterapkan di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dan dinilai cukup berhasil.
Macron menyatakan bahwa Menteri Pendidikan, Edouard Geffray, tengah mengkaji perluasan larangan tersebut ke jenjang SMA, di mana siswa berusia 15-18 tahun. Menurutnya, sekolah adalah tempat untuk belajar dan berinteraksi, dan kebijakan ini diharapkan dapat mengatasi masalah kesepian serta kesehatan mental yang semakin meningkat di kalangan anak muda.

Namun, untuk menerapkan larangan ini di SMA, pemerintah Prancis mungkin perlu mengesahkan undang-undang baru. Undang-undang yang disetujui pada tahun 2018 lalu hanya mencakup jenjang pendidikan prasekolah, taman kanak-kanak, SD, dan SMP.
Langkah ini diambil di tengah upaya Macron untuk kembali fokus pada isu-isu domestik, terutama terkait tantangan yang ditimbulkan oleh media sosial dan platform online. Ia juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap "perang informasi" yang dilancarkan oleh kekuatan asing, serta mendesak Prancis untuk memperkuat diri secara militer dan teknologi.
