Internationalmedia.co.id – News – Tel Aviv. Kabar duka kembali menyelimuti militer Israel. Seorang prajurit ditemukan tewas bunuh diri di sebuah pangkalan militer yang terletak di Israel utara. Insiden tragis ini menambah panjang daftar tentara Israel yang meninggal karena bunuh diri sejak dimulainya perang di Gaza pada Oktober 2023, dengan total kasus kini mencapai 61 orang.
Menurut laporan surat kabar Haaretz, yang dikutip oleh Anadolu Agency pada Kamis (18/12), tentara yang sedang menjalani wajib militer tersebut mengalami luka kritis akibat menembak dirinya sendiri di dalam pangkalan. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (16/12) malam, setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit. Militer Israel sebelumnya telah mengkonfirmasi adanya tentara yang terluka parah dalam penembakan di pangkalan tersebut dan dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal. Polisi militer telah membuka penyelidikan atas insiden ini.

Angka 61 kasus bunuh diri ini merupakan akumulasi dari berbagai insiden. Militer Israel sebelumnya mengakui bahwa 48 tentara bunuh diri terjadi selama masa dinas aktif sejak Oktober 2023. Selain itu, 13 tentara lainnya juga meninggal karena bunuh diri di luar dinas militer akibat masalah psikologis, di mana enam di antaranya terjadi sejak awal tahun ini.
Krisis kesehatan mental di kalangan prajurit Israel memang semakin mengkhawatirkan. Pusat Penelitian dan Informasi Knesset melaporkan bahwa sebanyak 279 tentara Israel telah mencoba bunuh diri sejak awal tahun 2024 hingga Juli tahun ini. Statistik ini menunjukkan bahwa sekitar satu dari setiap tujuh percobaan bunuh diri berhasil.
Haaretz juga merinci bahwa 20 tentara Israel meninggal karena bunuh diri sepanjang tahun 2024. Dari jumlah tersebut, 16 kasus terjadi sejak awal tahun hingga Juli, dan setidaknya empat kasus bunuh diri lainnya telah terjadi setelah periode tersebut.
Situasi ini bukan lagi rahasia bagi petinggi militer. Pada Oktober lalu, Kepala Staf Israel Eyal Zamir secara terbuka mengakui adanya krisis kesehatan mental yang memburuk di dalam tubuh militer. Ribuan tentara dilaporkan sedang menjalani perawatan psikologis. Zamir mendesak para komandan untuk tetap waspada, mendeteksi masalah kesehatan mental di unit mereka, dan memastikan bahwa prajurit segera mencari pengobatan.
Dampak perang Gaza terhadap kesehatan mental prajurit sangat nyata. Laporan lembaga penyiaran publik KAN pada akhir Juli mengungkapkan bahwa hampir 10.000 dari 19.000 tentara yang terluka di Gaza menderita gangguan psikologis seperti gangguan stres pasca-trauma (PTSD). Mereka kini sedang dirawat di Departemen Rehabilitasi Kementerian Pertahanan, menunjukkan skala masalah yang mendalam di tubuh militer Israel.
