Sebuah kabar mengejutkan datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 10 Juli 2026. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, telah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan praktik pemerasan terhadap sejumlah pegawainya.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya operasi senyap ini. Ia menyatakan, "Benar," saat dikonfirmasi mengenai penangkapan tersebut. Hingga saat ini, Etik Suryani dan pihak-pihak lain yang diamankan masih berstatus terperiksa, dengan KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan lebih lanjut bahwa OTT ini berkaitan erat dengan dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh sang bupati terhadap para perangkat daerah di lingkungan Kabupaten Sukoharjo. "Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," tegas Budi kepada awak media pada hari yang sama.
PDIP Dukung Proses Hukum Berkeadilan
Sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), penangkapan Etik Suryani sontak menarik perhatian partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menyatakan dukungan penuh partainya terhadap proses hukum yang berjalan. "PDI Perjuangan taat hukum, sehingga mendukung proses hukum yang dilaksanakan APH (Aparat Penegak Hukum)," ujar Andreas. Ia juga menambahkan harapan agar proses ini berlangsung secara berkeadilan, tanpa adanya tendensi politisasi atau kriminalisasi terhadap yang bersangkutan.
Etik Suryani terlihat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 09.37 WIB. Dari pantauan internationalmedia.co.id di lokasi, ia tampak mengenakan pakaian serba hitam dan masker, tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada awak media. Petugas KPK segera menggiringnya masuk untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Sembilan Orang Diamankan, Barang Bukti Miliaran Rupiah
Secara keseluruhan, KPK mengamankan sembilan orang dalam operasi ini. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo merinci, kloter pertama yang tiba di Jakarta berjumlah empat orang, termasuk Bupati Sukoharjo dan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah tersebut. Sementara itu, lima orang lainnya, terdiri dari tiga ASN Pemkab Sukoharjo dan dua pihak swasta, dijadwalkan menyusul tiba di Gedung KPK pada siang harinya. Penangkapan para pihak ini dilakukan di beberapa lokasi berbeda, meliputi Wonogiri, Solo, dan Sukoharjo.
Dalam penggeledahan, tim KPK juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting. Di antaranya adalah logam mulia, serta uang tunai dalam berbagai mata uang seperti rupiah, dolar Australia, dan dolar Singapura, yang total nilainya diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Saat ini, Bupati Etik Suryani dan beberapa pihak lainnya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK, sementara sebagian lainnya masih diperiksa di Polresta Surakarta untuk pendalaman lebih lanjut.
