Lombok Barat – Sorak sorai dan tepuk tangan meriah membahana di aula Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, kemarin, saat para siswa menampilkan beragam bakat dalam acara open house yang memukau. Di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, para pelajar dari berbagai Sekolah Rakyat di Lombok tampil penuh percaya diri. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, momen ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pendidikan inklusif tersebut.
Ragam pertunjukan disajikan dengan apik, mulai dari yel-yel penyemangat, tarian tradisional yang memukau, baris variasi yang kompak, atraksi pencak silat, hingga pidato dalam tiga bahasa asing: Arab, Inggris, dan Jepang. Paduan suara dan pembacaan puisi juga turut memeriahkan suasana. Puncak penampilan yang paling mencuri perhatian adalah mikro drama bertajuk ‘Putri Mandalika’ yang seluruh dialognya dibawakan dalam Bahasa Inggris, lengkap dengan kostum daerah yang indah. "Long ago, in Lombok, there lived a beautiful and wise princess named Mandalika," demikian narator drama membuka kisah, Sabtu (11/7/2026).

Penampilan memukau ini tidak hanya membuat Gus Ipul terkesima, tetapi juga membangkitkan rasa bangga di hati para orang tua dan calon siswa. Hal ini menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada transfer ilmu pengetahuan umum, melainkan juga pada pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan siswa.
Gus Ipul, yang tampak bangga, menyampaikan apresiasinya. "Alhamdulillah, setelah satu tahun pembelajaran, anak-anakku kini menunjukkan rasa percaya diri yang lebih tinggi, semangat, dan optimisme untuk meraih cita-cita. Bahkan, sudah ada yang berprestasi," ujarnya. Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki sistem penerimaan yang unik, tidak melalui pendaftaran umum, melainkan melalui penjangkauan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Sekolah Rakyat menjangkau keluarga-keluarga yang belum beruntung, keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan, keluarga yang berada di desil satu (DTSEN), desil satu itu adalah keluarga yang secara sosial ekonomi berada pada peringkat paling bawah," jelas Gus Ipul. Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap keluarga-keluarga prasejahtera, dan pembangunan Sekolah Rakyat adalah salah satu wujud nyata kepedulian tersebut.
"Untuk itu anak-anakku sekalian, yang calon-calon siswa ini, manfaatkan kesempatan ini dengan baik, manfaatkan kesempatan ini untuk meraih cita-citamu, sebagai persembahan dari Bapak Presiden Prabowo," pesan Gus Ipul. Ia juga mengajak seluruh elemen penyelenggara Sekolah Rakyat, mulai dari kepala sekolah, guru, wali asuh, hingga tenaga kependidikan, untuk menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh demi tercapainya tujuan mulia ini. "Sehingga tujuan daripada penyelenggaraan sekolah rakyat ini, bisa benar-benar direalisasikan yaitu melahirkan anak-anak yang tangguh, anak-anak yang pintar, anak-anak yang berkarakter, anak-anak yang memiliki keterampilan," harapnya.
Usai menyaksikan pertunjukan, para orang tua calon siswa tampak semakin yakin untuk menyekolahkan anak-anak mereka di Sekolah Rakyat. Salah satunya adalah Jannah, ibu dari M. Faturrohman, calon siswa SRMP 18 Lombok Barat. Jannah berbagi kisah tentang perjuangan berat keluarganya, di mana penghasilan suami sebagai nelayan seringkali tidak menentu, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari pun kerap pas-pasan.
"Adanya sekolah ini adalah harapan besar bagi kami. Anak kami bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas secara gratis," ungkapnya penuh syukur. "Dan saya berterima kasih sekali kepada pak Presiden Prabowo, karena adanya sekolah ini, anak kami bisa mendapatkan pendidikan yang layak, bisa mencapai cita-citanya," tambah Jannah.
Jannah adalah satu dari ribuan orang tua yang merasakan langsung manfaat program Sekolah Rakyat. Dengan target pembangunan gedung permanen yang rampung bulan ini, jumlah siswa Sekolah Rakyat diproyeksikan akan terus bertambah. Saat ini, lima titik Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di Nusa Tenggara Barat, tersebar di dua kabupaten Lombok Timur, dua di Lombok Barat, dan satu di Sumbawa.
Acara ini turut dihadiri Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik, Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman, serta jajaran kepala sekolah rakyat, pilar-pilar sosial, dan pejabat terkait lainnya.
