Dunia maya dihebohkan oleh sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi perundungan keji terhadap seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Dalam insiden yang memicu kemarahan publik ini, korban dilaporkan mengalami kekerasan fisik yang memilukan, mulai dari dijambak hingga ditampar oleh teman-temannya sendiri. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, kasus ini kini telah menarik perhatian serius pihak kepolisian.
Dalam tayangan berdurasi singkat yang beredar luas, terlihat jelas korban yang masih mengenakan seragam sekolah dikelilingi oleh beberapa pelajar lain. Tanpa ampun, ia didorong secara kasar, rambutnya dijambak, dan wajahnya ditampar berulang kali. Peristiwa memprihatinkan ini, sebagaimana dilansir internationalmedia.co.id, terjadi belum lama ini dan sontak memicu gelombang kecaman dari warganet.

Menanggapi kehebohan ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Lampung Timur, Iptu Muhammad Iksir, membenarkan adanya insiden perundungan tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur ini sedang ditangani secara serius dan intensif oleh jajarannya. "Benar, setelah dilakukan penelusuran oleh anggota, rupanya peristiwa tersebut terjadi di salah satu sekolah di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur," ujar Iksir saat dikonfirmasi pada Jumat lalu.
Iksir menambahkan, tim kepolisian kini tengah fokus mendalami rekaman video tersebut untuk mengidentifikasi secara tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam aksi perundungan ini. "Tim Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) saat ini tengah mengidentifikasi siapa saja siswi yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Tentu kami juga terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak sekolah untuk mendapatkan informasi lengkap," jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Iksir menyatakan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan motif atau penyebab utama terjadinya aksi perundungan tersebut. Penyelidikan masih terus berjalan hingga semua pihak yang diduga terlibat selesai dimintai keterangan. "Belum bisa kami simpulkan motifnya, tim di lapangan masih bekerja. Mohon bersabar, perkembangan penanganan kasus ini akan segera kami informasikan kembali kepada publik," pungkas Iksir, menjanjikan transparansi dalam penanganan kasus ini.
