Jakarta – Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,3 mengguncang wilayah Meksiko. Namun, kabar baik datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memastikan bahwa guncangan dahsyat tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami di perairan Indonesia. Demikian laporan Internationalmedia.co.id – News.
Menurut data yang dirilis BMKG, gempa tektonik ini tercatat terjadi pada Jumat malam, tepatnya pukul 21:48:41 WIB. Pusat gempa (episenter) teridentifikasi berada pada koordinat 14,62° Lintang Utara dan 92,78° Bujur Barat, sekitar 59 kilometer di barat daya Tapachula, Meksiko, dengan kedalaman hiposenter 30 kilometer di bawah permukaan laut. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menegaskan, "Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia."

BMKG menjelaskan bahwa gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal. Fenomena ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng, di mana lempeng Cocos menyelusup di bawah lempeng Amerika Utara. Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan naik atau thrust fault yang menjadi penyebab utama guncangan.
Hingga pantauan terakhir pukul 22.37 WIB, BMKG mencatat adanya satu gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 6,0. Menanggapi situasi ini, Wijayanto mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang kebenarannya belum terverifikasi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjauhi bangunan yang menunjukkan retakan atau kerusakan pasca-gempa.
Sementara itu, laporan dari berbagai kantor berita internasional seperti AFP, Ynet Global, dan Anadolu Ajansı (AA) mengkonfirmasi bahwa pusat gempa berlokasi di lepas pantai Puerto Madero, Chiapas, wilayah selatan Meksiko. Gempa terjadi pada pukul 08.48 waktu setempat. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sempat mengeluarkan peringatan tsunami sesaat setelah kejadian, meskipun kemudian ancaman tersebut ditarik. Guncangan kuat dengan intensitas sedang hingga tinggi dirasakan di sepanjang garis pantai, bahkan getarannya terasa hingga ke negara tetangga seperti Guatemala dan El Salvador, menyebabkan bangunan-bangunan bergoyang.
