Internationalmedia.co.id melaporkan perkembangan mengejutkan dalam konflik Rusia-Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, mengusulkan perundingan bilateral langsung dengan Ukraina. Tawaran ini muncul setelah gencatan senjata Paskah selama 30 jam yang diinisiasi Rusia, meskipun kedua belah pihak saling tuding melanggar kesepakatan tersebut.
Pernyataan Putin disampaikan kepada reporter TV pemerintah Rusia, Pavel Zarubin. Ia menekankan kesediaan Rusia untuk membahas inisiatif perdamaian dan berharap Ukraina memiliki sikap serupa. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengklarifikasi bahwa usulan Putin mencakup negosiasi bilateral untuk membahas penghentian serangan terhadap sasaran sipil.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan kesiapannya untuk berunding demi menghentikan serangan terhadap warga sipil. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai waktu dan tempat pertemuan tersebut. Perkembangan ini terjadi di tengah tekanan dari Amerika Serikat yang mendesak kemajuan dalam upaya perdamaian.
Rencana perundingan di London minggu ini melibatkan delegasi Ukraina yang akan bertemu dengan pejabat AS dan negara-negara Eropa. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi di Paris pekan lalu yang membahas upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun. Kebuntuan diplomatik antara kedua negara sejak invasi Rusia pada Februari 2022 menjadi sorotan utama, sehingga tawaran Putin ini menjadi angin segar bagi upaya perdamaian. Apakah perundingan ini akan membuahkan hasil nyata? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.
