Kabar mengejutkan datang dari rencana pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pekan ini. Internationalmedia.co.id melaporkan, Dutabesar AS untuk NATO, Matthew Whitaker, mengungkapkan kemungkinan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut hadir dalam pertemuan tersebut. Hal ini disampaikan Whitaker saat diwawancarai CNN.
Pernyataan Whitaker cukup mengejutkan, mengingat Kremlin sebelumnya tampak enggan menanggapi usulan Washington untuk pertemuan trilateral yang melibatkan Zelensky. Moskow hanya mengkonfirmasi pertemuan bilateral Trump-Putin, yang akan menjadi pertemuan pertama antara kedua pemimpin sejak pertemuan Joe Biden-Putin di Jenewa tahun 2021.

"Ya, saya percaya itu mungkin," ujar Whitaker, menanggapi pertanyaan soal kemungkinan kehadiran Zelensky. Ia menambahkan, "Tentu saja, tidak mungkin ada kesepakatan yang tidak disetujui oleh semua pihak yang terlibat. Dan, sangat jelas, mengakhiri perang ini merupakan prioritas tinggi."
Rencana pertemuan Trump-Putin tanpa Zelensky sebelumnya memicu kekhawatiran di Eropa. Banyak yang khawatir kesepakatan yang dihasilkan akan merugikan Ukraina, terutama jika melibatkan penyerahan wilayah, sesuatu yang telah ditolak mentah-mentah oleh Uni Eropa. Para pemimpin Eropa pun mendesak agar Kyiv dilibatkan dalam negosiasi.
Zelensky sendiri, melalui media sosial, menegaskan penolakannya terhadap keputusan tanpa melibatkan Ukraina. Ia menekankan bahwa rakyat Ukraina tidak akan menyerahkan wilayahnya kepada Rusia dan setiap keputusan tanpa melibatkan Ukraina sama saja dengan menentang perdamaian. "Keputusan apa pun yang berlawanan dengan kami, keputusan apa pun tanpa Ukraina, juga merupakan keputusan yang menentang perdamaian. Keputusan itu tidak akan mencapai apa pun," tegasnya.
Whitaker menjelaskan bahwa keputusan akhir mengenai kehadiran Zelensky tetap berada di tangan Trump. "Jika dia berpikir itu skenario terbaik untuk mengundang Zelensky, maka dia akan melakukannya," katanya, seraya menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final. Pertemuan puncak tersebut dijadwalkan pada 15 Agustus mendatang. Kehadiran atau ketidakhadiran Zelensky akan menjadi penentu arah negosiasi dan masa depan Ukraina.

