Internationalmedia.co.id – News – Jalur Gaza kembali menjadi saksi bisu kekerasan mematikan setelah Israel melancarkan serangkaian serangan udara. Insiden tragis ini merenggut nyawa lima orang, termasuk seorang komandan senior Hamas dan seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.
Menurut laporan dari AFP yang diterima internationalmedia.co.id, sumber-sumber Palestina mengungkapkan bahwa wilayah tersebut terus dilanda kekerasan harian. Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan bahwa empat korban jiwa dan enam luka-luka terjadi akibat dua rudal yang ditembakkan drone Israel ke sebuah mobil di kawasan Al-Rimal, sebelah barat Kota Gaza, pada Rabu.

Sumber keamanan di Gaza mengidentifikasi dua dari korban tewas sebagai Iyad al-Shanbari, seorang komandan Hamas, dan putranya, Salah. Identitas dua korban lainnya belum diungkapkan. Pihak Hamas sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Sementara itu, militer Israel secara singkat mengonfirmasi bahwa mereka "telah menyerang seorang teroris di sana", tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Dalam insiden terpisah yang menambah daftar korban sipil, badan pertahanan sipil Gaza juga mengonfirmasi kematian Adel al-Najjar, seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun. Adel tewas ketika serangan drone Israel bertepatan dengan penembakan artileri di area timur Khan Yunis, sebuah wilayah yang kerap menjadi sasaran.
Kekerasan yang terus berlanjut ini terjadi di tengah saling tuding antara militer Israel dan Hamas mengenai pelanggaran gencatan senjata yang disepakati pada bulan Oktober lalu. Kedua belah pihak saling menuduh melanggar kesepakatan, menciptakan siklus kekerasan yang sulit dihentikan dan terus merenggut nyawa.
