Internationalmedia.co.id – News – Ibu kota Pakistan, Islamabad, kini berada dalam status siaga tinggi menjelang putaran perundingan damai krusial antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari mendatang. Menurut laporan yang mengutip AFP pada Senin (20/4/2026), otoritas Pakistan telah memberlakukan serangkaian pembatasan ketat untuk menjamin kelancaran dan keamanan pertemuan penting ini.
Langkah-langkah pengamanan yang ditingkatkan mencakup penutupan sejumlah ruas jalan utama dan pembatasan lalu lintas di seluruh wilayah kota, termasuk di Rawalpindi yang berdekatan. Wartawan di lapangan melaporkan peningkatan signifikan jumlah penjaga bersenjata dan pos pemeriksaan yang didirikan, terutama di sekitar hotel-hotel yang dikenal sebagai lokasi aman untuk pertemuan diplomatik, seperti Marriott dan Serena. Kedua hotel ini sebelumnya menjadi saksi bisu putaran terakhir pembicaraan antara delegasi AS dan Iran.

Khususnya, Hotel Serena tampak paling ketat pengamanannya. Sebagian besar akses menuju hotel tersebut ditutup total sejak Minggu (19/4), dihiasi kawat berduri, barikade kokoh, serta pengalihan arus lalu lintas yang dijaga ketat. Melalui akun X, seorang pejabat kota secara tegas meminta, "Warga dimohon dengan sungguh-sungguh untuk bekerja sama dengan aparat keamanan" demi kelancaran situasi dan ketertiban umum.
Perundingan ini merupakan kelanjutan dari upaya panjang untuk mengakhiri konflik antara AS dan Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan di Truth Social bahwa "Perwakilan saya akan pergi ke Islamabad, Pakistan—Mereka akan berada di sana besok malam, untuk negosiasi." Pernyataan ini muncul sekitar seminggu setelah pertemuan tatap muka sebelumnya di Islamabad pada 11 April berakhir tanpa mencapai kesepakatan.
Dengan harapan besar akan terwujudnya perdamaian, Islamabad kini menjadi sorotan dunia, dengan setiap sudut kota mencerminkan keseriusan dan urgensi dari perundingan yang akan datang.

