Internationalmedia.co.id – News melaporkan, sebuah insiden tragis merenggut nyawa empat agen anti-narkotika, termasuk dua di antaranya adalah staf Kedutaan Besar Amerika Serikat, dalam kecelakaan mobil di Meksiko. Peristiwa nahas ini terjadi saat mereka dalam perjalanan pulang usai menuntaskan operasi besar-besaran pemberantasan narkoba di wilayah utara Meksiko.
Jaksa penuntut negara bagian Chihuahua, Cesar Jauregui, kepada wartawan mengungkapkan bahwa operasi pemberantasan narkoba yang mendahului insiden ini telah berhasil mengungkap enam laboratorium narkoba sintetis rahasia. Penggerebekan tersebut dilakukan pada Jumat dan Sabtu lalu di Morelos, negara bagian Chihuahua, Meksiko utara, menyusul penyelidikan intensif selama tiga bulan. Informasi ini dikutip dari kantor berita AFP, Senin (20/4/2026).

Nahasnya, kendaraan yang ditumpangi para korban, yang saat itu memimpin iring-iringan resmi lima mobil, dilaporkan kehilangan kendali. Mobil tersebut tergelincir dari jalur dan terjun bebas ke dalam jurang yang curam.
Jauregui lebih lanjut menjelaskan bahwa dua warga negara Amerika Serikat yang menjadi korban tewas merupakan "petugas instruktur" yang sedang mengemban tugas pelatihan. Kehadiran mereka adalah bagian dari sinergi kerja sama anti-narkoba antara Amerika Serikat dan Meksiko.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Meksiko, Ronald Johnson, menyampaikan dukacita mendalamnya melalui unggahan di media sosial X. Ia mengidentifikasi dua warga Meksiko yang turut menjadi korban tewas sebagai Direktur Badan Investigasi Negara Bagian Chihuahua dan seorang petugas dari badan tersebut.
"Kami menghormati dedikasi dan upaya tanpa lelah mereka dalam menghadapi salah satu tantangan terbesar di zaman kita," tutur Johnson.
Johnson menekankan bahwa "tragedi ini adalah pengingat menyedihkan akan risiko yang dihadapi oleh para pejabat Meksiko dan AS yang berdedikasi untuk melindungi komunitas kita." Ia menambahkan, insiden ini justru "memperkuat tekad kita untuk melanjutkan misi mulia mereka."

