Internationalmedia.co.id – News – Sebuah operasi militer rahasia dan berani dilaporkan telah dilakukan oleh Amerika Serikat jauh di dalam wilayah Iran. Misi ini bertujuan menyelamatkan seorang pilot jet tempur AS yang jatuh, memicu ketegangan regional. Presiden AS Donald Trump kemudian mengumumkan keberhasilan penyelamatan tersebut.
Laporan dari berbagai media terkemuka AS pada Minggu (5/4) waktu setempat menguak operasi ini, menyusul pernyataan Trump yang memastikan pilot tersebut "selamat dan sehat". Insiden ini bermula ketika Teheran mengklaim pasukannya berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur F-15, menandai jatuhnya pesawat tempur AS pertama di Iran sejak konflik pecah pada 28 Februari. Namun, Washington sendiri belum memberikan konfirmasi resmi mengenai penyebab jatuhnya pesawat.

Menurut New York Times, mengutip pejabat Washington yang enggan disebutkan namanya, misi penyelamatan ini dipercayakan kepada unit elite Navy SEAL Team 6. Pilot AS, seorang perwira sistem senjata, dilaporkan mengalami luka setelah melontarkan diri dari kokpit, namun masih mampu bergerak. Sumber dari Axios menambahkan bahwa penerbang tersebut berhasil menghindari penangkapan di wilayah pegunungan Iran selama lebih dari 24 jam. Ia dilengkapi dengan persenjataan ringan, suar, dan perangkat komunikasi aman, krusial untuk berkoordinasi dengan tim penyelamat.
Saat tim komando AS mendekati lokasi pilot, mereka dilaporkan melepaskan tembakan peringatan untuk menghalau pasukan militer Iran yang mendekat. Presiden Trump, melalui platform Truth Social, mengungkapkan bahwa ia telah memerintahkan pengerahan "puluhan pesawat, dipersenjatai dengan senjata paling mematikan di dunia" untuk menjemput pilot tersebut. Namun, operasi tidak berjalan mulus sepenuhnya. Dua pesawat militer AS yang ditugaskan untuk mengangkut pilot dan tim penyelamat dilaporkan terjebak di sebuah pangkalan terpencil di Iran, sehingga terpaksa dihancurkan agar tidak jatuh ke tangan Teheran. Tim penyelamat akhirnya menggunakan tiga pesawat angkut lain untuk mengevakuasi pilot dan seluruh personel keluar dari wilayah Iran.
Dalam perkembangan mengejutkan, Trump kemudian mengonfirmasi adanya "penyelamatan yang berhasil terhadap satu pilot pemberani lainnya, kemarin." Ini berarti, total ada dua pilot AS yang berhasil diselamatkan dan dievakuasi dari Iran. Trump menjelaskan bahwa kerahasiaan awal operasi ini bertujuan untuk tidak membahayakan misi penyelamatan kedua yang sedang berlangsung.

