Internationalmedia.co.id – News – Keresahan warga Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, akibat serangan seekor kera ekor panjang akhirnya mereda. Pelaku penyerangan yang telah melukai belasan orang ini dipastikan telah berhasil ditangkap. Kendati demikian, aparat kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan.
Kapolres Inhil, AKBP Donny Listianto, mengonfirmasi penangkapan kera tersebut. Ia menjelaskan bahwa upaya penangkapan melibatkan tim gabungan dari kepolisian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta relawan. Pengejaran berlangsung selama berhari-hari sejak insiden pertama kali dilaporkan, hingga akhirnya kera tersebut berhasil dijebak dan diamankan pada Kamis (5/8) kemarin.

Donny juga mengklarifikasi informasi yang beredar luas, terutama terkait video viral yang menunjukkan serangan kera bergerombol. "Itu hanya satu ekor kera pelakunya, tidak bergerombol. Yang video viral itu bukan di Tembilahan, karena yang di Tembilahan itu cuma satu ekor," tegas Kapolres kepada internationalmedia.co.id pada Jumat (6/8/2026). Serangan kera ini sendiri dilaporkan telah berlangsung sejak tanggal 23 Juli 2026.
Total ada 17 korban yang tercatat diserang oleh kera ekor panjang ini. Donny merinci, "Itu serangannya 18 kali serangan korbannya 17 orang, karena ada satu orang yang diserang dua kali." Penangkapan kera ini diharapkan dapat mengakhiri rentetan insiden yang sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga.
Meskipun pelaku utama telah diamankan, AKBP Donny Listianto menekankan pentingnya kewaspadaan. "Kita yakin sudah berhenti serangan, tapi kami imbau masyarakat waspada," ujarnya. Imbauan ini bertujuan untuk memastikan keamanan warga tetap terjaga dan menghindari potensi insiden serupa di masa mendatang, meskipun kemungkinan besar berasal dari faktor lain.
