Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » PBB Bersuara Keras Soal Selat Hormuz
Trending Indonesia

PBB Bersuara Keras Soal Selat Hormuz

GunawatiBy Gunawati14-04-2026 - 03.30Tidak ada komentar2 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
PBB Bersuara Keras Soal Selat Hormuz
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Organisasi Maritim Internasional (IMO), sebuah badan penting di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengeluarkan pernyataan tegas mengenai situasi di Selat Hormuz. Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara yang secara hukum berhak untuk memblokade atau menutup jalur pelayaran internasional tersebut, terutama di tengah ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran.

Pernyataan Dominguez ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers, menyoroti fakta bahwa akses ke Selat Hormuz telah terhambat selama enam pekan terakhir, menyusul pecahnya konflik antara AS dan Iran. "Sesuai dengan prinsip hukum internasional, tidak ada negara yang memiliki otoritas untuk menghalangi hak lintas damai atau kebebasan navigasi melalui selat internasional yang berfungsi sebagai jalur transit global," tegas Dominguez, sebagaimana dikutip oleh AFP pada Senin (13/4/2026).

PBB Bersuara Keras Soal Selat Hormuz
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sejak konflik berkecamuk pada 28 Februari, pasukan Iran diketahui telah mengambil alih kendali akses di Selat Hormuz. Mereka dilaporkan hanya mengizinkan sejumlah kecil kapal terverifikasi untuk melintas melalui rute dekat pantai, bahkan dalam beberapa kasus, mengenakan biaya untuk izin tersebut. Di sisi lain, Amerika Serikat sebelumnya telah mengancam akan memulai blokade tambahan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di sekitar selat tersebut mulai hari Senin.

Dominguez secara tegas menyatakan bahwa praktik pengenaan bea atau biaya untuk navigasi di selat internasional, seperti yang dilakukan Iran, sepenuhnya bertentangan dengan hukum laut internasional dan hukum kebiasaan maritim. "Tindakan semacam ini akan menciptakan preseden yang sangat berbahaya bagi kebebasan navigasi global," imbuhnya.

Meskipun demikian, Dominguez menilai bahwa ancaman blokade tambahan dari AS terhadap pelabuhan Iran tidak akan secara signifikan memperburuk keadaan yang sudah sulit. Ia memperkirakan, "Dengan sangat sedikitnya kapal yang saat ini berhasil melintasi selat tersebut, blokade tambahan tidak akan memperburuk situasi hingga tingkat yang dapat dirasakan." Menurutnya, satu-satunya jalan keluar dari krisis ini adalah melalui deeskalasi, yang akan memungkinkan aktivitas pelayaran kembali normal seperti sediakala.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Rahasia Dokumen Jepang Picu Amarah Korut

15-04-2026 - 16.45

PBB Ungkap Peningkatan Nuklir Korea Utara Drastis

15-04-2026 - 16.30

Konflik Trump Paus Memanas Iran Jadi Pemicu

15-04-2026 - 16.15

Amerika Blokade Total Iran

15-04-2026 - 16.00

Damai Paskah Rusia Ukraina Hancur Dalam Hitungan Jam

15-04-2026 - 12.45

London Bergejolak 500 Ditangkap Polisi

15-04-2026 - 12.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.