Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan diplomatik memanas setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan para petinggi politiknya secara terbuka menyatakan dukungan penuh kepada Paus Leo XIV. Dukungan ini muncul menyusul kritik pedas yang dilontarkan Paus terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, khususnya terkait Iran dan retorika yang dianggap memicu konflik.
Kontroversi ini berakar dari serangkaian pernyataan Trump, termasuk unggahan gambar AI dirinya menyerupai Yesus Kristus di Truth Social yang kemudian dihapus. Mantan Presiden AS itu, baik melalui media sosial maupun dalam wawancara dengan wartawan, menuding Paus "lemah dalam menghadapi kejahatan" dan menilai pandangan Paus merugikan arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Trump bahkan secara terang-terangan menyatakan dirinya "bukan penggemar" Paus.

Menanggapi serangan tersebut, Paus Leo XIV memilih pendekatan yang lebih tenang. Dalam perjalanan menuju Aljazair, Paus menyatakan kepada awak media bahwa ia tidak berkeinginan terlibat dalam polemik publik dengan Trump. Meski demikian, ia menegaskan kembali komitmennya untuk mengadvokasi perdamaian global. "Saya tidak takut," ujarnya, sembari mengulang penolakannya terhadap perang dan menyebut ancaman terbaru terhadap Iran sebagai "tidak dapat diterima." Paus dikenal sebagai salah satu suara religius paling vokal yang menentang konflik, secara konsisten mendesak para pemimpin dunia untuk mencari jalur de-eskalasi.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melalui pesan resminya kepada pemimpin Gereja Katolik, mengecam keras apa yang disebutnya sebagai "ketidakhormatan" terhadap Paus dan Yesus Kristus. Pezeshkian menekankan bahwa Yesus adalah nabi perdamaian dan persaudaraan, serta menegaskan bahwa "penodaan terhadap tokoh-tokoh suci tersebut tidak dapat diterima oleh siapa pun yang mencari kebebasan," seperti dikutip dari Tehran Times pada Rabu (15/4/2026). Ia menambahkan, pernyataannya tersebut mewakili seluruh bangsa Iran dalam mengutuk insiden tersebut dan menyampaikan dukungan tulusnya kepada Paus.
Senada dengan Presiden, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, turut memberikan pujian atas ketegasan Paus. Ia menyebut sikap Paus sebagai inspirasi bagi mereka yang "menolak untuk tetap diam atas pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah." Melalui unggahan di media sosial X, Ghalibaf menulis, "Saya menghormati sikap Paus Leo yang tak kenal takut! Ucapan ‘saya tidak takut’-nya bergema saat beliau mengutuk kejahatan perang Israel dan AS. Slogan ini menerangi jalan bagi semua yang menolak untuk berdiam diri atas pembunuhan orang-orang yang tak bersalah." Ghalibaf juga menambahkan bahwa kepemimpinan Paus Leo telah berhasil "menginspirasi jutaan orang" di seluruh dunia, dan menyampaikan apresiasinya.
Dinamika ini menyoroti kompleksitas hubungan internasional yang melibatkan dimensi politik, agama, dan personal, di mana pemimpin spiritual dan politik saling berinteraksi dalam isu-isu global krusial.

