Di tengah gempuran taman-taman modern yang terus bermunculan, Jakarta masih menyimpan sebuah permata hijau yang telah berdiri kokoh selama satu abad. Taman Situ Lembang, demikian namanya, berlokasi strategis di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat, sebuah area yang lekat dengan julukan ‘old money’. Keberadaannya yang telah melampaui 100 tahun ini menjadi sorotan Internationalmedia.co.id – News, menawarkan oase ketenangan di tengah hiruk pikuk ibu kota.
Pantauan tim internationalmedia.co.id menunjukkan, taman ini tak pernah sepi pengunjung. Dari anak-anak yang riang bermain, remaja yang bersantai, hingga orang dewasa yang mencari ketenangan, semuanya membaur menikmati fasilitas yang tersedia. Bangku-bangku taman, area olahraga, dan tempat bermain anak menjadi daya tarik utama. Di jantung taman, sebuah danau buatan lengkap dengan air mancur menambah keasrian, di mana siluet gedung-gedung pencakar langit Jakarta dapat terlihat jelas, menciptakan kontras yang menarik.

Akses menuju Taman Situ Lembang pun terbilang mudah. Bagi pengguna transportasi publik, Transjakarta dapat menjadi pilihan dengan turun di Halte Taman Suropati, dilanjutkan berjalan kaki sekitar 500 meter. Alternatif lain adalah KRL Commuter Line, di mana pengunjung bisa turun di Stasiun Cikini dan menempuh perjalanan kaki sekitar 900 meter menuju lokasi.
Salah seorang pengunjung setia, Rizki (31), yang ditemui internationalmedia.co.id, mengaku sering menghabiskan waktu sore di taman ini bersama teman-temannya. "Sudah beberapa kali ke sini, datang biasanya sama teman-teman, sore-sore gini biasanya," ujarnya. Ia memuji suasana Taman Situ Lembang yang asri, tenang, serta kebersihan dan perawatannya yang terjaga. "Enak ya suasananya, adem. Kalau sambil duduk-duduk ngobrol enak di sini," tambah Rizki, menggambarkan kenyamanan yang ditawarkan taman ini.
Menilik sejarahnya, Taman Situ Lembang bukanlah sekadar ruang hijau biasa. Dikutip dari akun Instagram Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, taman ini dibangun sekitar tahun 1926 oleh pemerintah kolonial Belanda. Fungsi awalnya adalah sebagai waduk atau penampungan air yang berasal dari beberapa mata air di sekitarnya, sebuah solusi cerdas untuk manajemen air kala itu.
Transformasi signifikan terjadi pada tahun 1984, ketika taman ini direnovasi dan dilengkapi dengan air mancur yang kini menjadi ikon di tengah danau. Tak hanya itu, renovasi juga menyediakan lapak-lapak khusus bagi para pemancing. Fitur ini menjadi keistimewaan tersendiri, memungkinkan warga Jakarta untuk menikmati hobi memancing di tengah keramaian kota, sebuah aktivitas yang jarang ditemukan di ruang terbuka hijau lainnya.
Dengan segala keunikan dan sejarah panjangnya, Taman Situ Lembang tetap menjadi salah satu paru-paru kota yang tak lekang oleh waktu. Ia bukan hanya sekadar taman, melainkan saksi bisu perkembangan Jakarta yang terus menawarkan ketenangan dan keindahan bagi setiap pengunjungnya.
