Internationalmedia.co.id – Gelombang kekerasan kembali menerjang Nigeria, kali ini dengan penculikan massal yang menyasar sebuah sekolah Katolik. Sebanyak 315 siswa dan guru dilaporkan menjadi korban dalam insiden yang menggemparkan ini, menambah daftar panjang kasus penculikan di negara tersebut.
Peristiwa tragis ini terjadi di St Mary School, negara bagian Niger, ketika sekelompok pria bersenjata menyerbu masuk pada Jumat (21/11) dini hari. Asosiasi Kristen Nigeria mengonfirmasi bahwa 303 siswa dan 12 guru menjadi korban penculikan, angka yang mencengangkan mengingat total siswa di sekolah tersebut hanya 629 orang.

Penculikan ini bukan insiden pertama dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, 25 siswi juga diculik dari sebuah sekolah menengah di negara bagian Kebbi. Rentetan kejadian ini memaksa pemerintah negara bagian Niger, Katsina, dan Plateau untuk menutup sekolah-sekolah sebagai langkah pencegahan.
Presiden Nigeria, Bola Tinubu, sampai membatalkan sejumlah agenda internasional, termasuk KTT G20 di Afrika Selatan, demi fokus menangani krisis ini. Situasi semakin diperburuk dengan serangan terhadap sebuah gereja di wilayah barat Nigeria yang menewaskan sedikitnya dua orang.
Tragedi ini mengingatkan pada penculikan massal yang dilakukan Boko Haram terhadap hampir 300 anak perempuan di Chibok lebih dari satu dekade lalu. Luka lama kembali menganga, dan kekhawatiran akan keamanan di Nigeria semakin meningkat.

