Sebuah insiden tragis mengguncang Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, setelah seorang pemuda ditemukan tewas akibat pengeroyokan brutal. Pihak kepolisian, melalui Polres Nganjuk, kini telah menetapkan 14 orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, para tersangka tersebut meliputi tiga pelaku utama, sembilan pelaku anak-anak, dan dua pelaku dewasa.
Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (25/6), Wakapolres Nganjuk Kompol Didid Wahyu Agustyawan menjelaskan detail insiden memilukan tersebut. Dilansir dari internationalmedia.co.id, pengeroyokan maut itu terjadi pada Rabu dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret. Didid juga merinci identitas para tersangka yang terlibat.

Didid memaparkan, tiga pelaku utama yang diidentifikasi adalah FS (17), MR (15), dan FI (14). Selain itu, dua pelaku dewasa berinisial FP (18) dan MS (20) turut diamankan, bersama dengan sembilan pelaku anak lainnya. Setiap tersangka memiliki peran yang bervariasi dalam aksi keji tersebut.
Berdasarkan hasil penyidikan, peran para tersangka sangat beragam dan terkoordinasi. Mulai dari menghadang kendaraan korban, menendang motor hingga korban terjatuh, hingga melakukan pelemparan batu dan pecahan material bangunan. Tidak hanya itu, korban juga dipukuli menggunakan tangan kosong dan sabuk. Wakapolres menegaskan, tiga pelaku utama – FS, MR, dan FI – diduga kuat aktif melakukan pelemparan batu yang menjadi penyebab utama luka serius pada korban.
Untuk menguatkan bukti, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti krusial. Di antaranya adalah dua unit sepeda motor Honda Vario, batu bata merah, pecahan batu cor, serta hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk yang mengonfirmasi penyebab kematian korban. Kasus ini masih terus didalami untuk memastikan semua pihak yang terlibat mendapatkan proses hukum yang setimpal.
