Internationalmedia.co.id – Pengadilan Distrik Tel Aviv mengabulkan permohonan penundaan sidang kasus korupsi yang diajukan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Penundaan ini terjadi tak lama setelah Netanyahu secara kontroversial meminta pengampunan kepada Presiden Isaac Herzog.
Permohonan penundaan sidang yang seharusnya digelar pada Selasa (2/12) diajukan dengan alasan "komitmen keamanan" yang tidak dijelaskan secara rinci, seperti dilaporkan oleh televisi lokal KAN dan dikutip internationalmedia.co.id dari Anadolu Agency. Jaksa penuntut tidak mengajukan keberatan atas penundaan ini.

Sehari sebelumnya, Netanyahu hadir dalam persidangan untuk pertama kalinya sejak mengajukan permohonan pengampunan kepada Presiden Herzog. Kehadirannya diwarnai aksi demonstrasi kecil di luar gedung pengadilan, dengan beberapa demonstran menyerukan pemenjaraannya. Ilana Barzilay, seorang demonstran, menyatakan ketidaksetujuannya atas permintaan pengampunan tanpa adanya pengakuan bersalah atau pertanggungjawaban dari Netanyahu.
Permohonan pengampunan resmi diajukan Netanyahu pada Minggu (30/11), dengan alasan bahwa kehadirannya yang sering di pengadilan menghambat kemampuannya untuk memerintah. Pengacaranya menyebutkan bahwa pengampunan akan memberikan dampak positif bagi negara. Namun, pemberian pengampunan di Israel biasanya dilakukan setelah proses hukum selesai dan terdakwa dinyatakan bersalah, sehingga permohonan Netanyahu ini memicu kontroversi.
Netanyahu selama ini kerap meminta penundaan atau percepatan sidang dengan berbagai alasan, termasuk perjalanan, keamanan, politik, hingga kesibukannya dengan perang di Gaza. Ia menghadapi tiga kasus korupsi yang semuanya dibantahnya. Kasus-kasus tersebut meliputi tuduhan penerimaan hadiah mahal dari pengusaha kaya (Kasus 1000), negosiasi dengan penerbit surat kabar untuk liputan media yang menguntungkan (Kasus 2000), dan pemberian keuntungan regulasi kepada pemilik media sebagai imbalan atas liputan yang menguntungkan (Kasus 4000).
