Internationalmedia.co.id melaporkan kemunculan kembali Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, ke publik setelah perang 12 hari antara Iran dan Israel. Dalam video yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Khamenei terlihat menghadiri upacara peringatan hari Asyura, menyapa para hadirin, dan meminta pembacaan lagu kebangsaan. Kemunculan ini menandai penampilan publik pertamanya sejak 13 Juni lalu, di mana ia hanya menyampaikan pesan rekaman. Sebelumnya, ia dikabarkan berada di lokasi aman selama berlangsungnya konflik yang menewaskan sejumlah komandan tinggi dan ilmuwan nuklir Iran.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, turut mengunggah foto Khamenei di pusat keagamaan Imam Khomeini, mengungkapkan kesetiaan tak tergoyahkan pada Iran. Perang yang berakhir dengan gencatan senjata pada 25 Juni, menurut Iran, telah dimenangkan. Khamenei sendiri menyatakan kemenangan Iran atas Israel, bahkan menyebut negara tersebut nyaris runtuh. Klaim ini disampaikan melalui kantor berita IRNA dan disiarkan televisi pemerintah, menyatakan Israel hampir hancur di bawah serangan balasan Iran.

Perang bermula dari serangan udara besar-besaran Israel pada 13 Juni, yang menargetkan fasilitas nuklir dan militer Iran. Israel berdalih serangan tersebut bertujuan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, klaim yang selalu dibantah Teheran. Gencatan senjata yang dicapai, menurut pernyataan Iran, tidak menghentikan niat mereka untuk menggunakan tenaga atom untuk tujuan damai dan membuka peluang perundingan di Amerika Serikat. Kemunculan Khamenei dan pernyataan kemenangannya ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan hubungan Iran dan Israel, serta implikasi geopolitiknya di kawasan tersebut.
