Internationalmedia.co.id – News – Sebuah rekaman video yang menampilkan pengakuan seorang sopir angkutan umum mendadak viral di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, sopir ini mengungkapkan dirinya menjadi korban pemalakan dengan modus tiket parkir fiktif di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, padahal ia mengaku hanya melintas. Pihak kepolisian setempat berjanji akan segera mengusut tuntas dugaan pungutan liar ini.
Kejadian yang terekam dalam video viral pada Selasa lalu ini menunjukkan sang sopir menceritakan pengalamannya. Ia mengaku dimintai uang sebesar Rp 25.000 setelah keluar dari Mal Thamrin City. Meskipun hanya memberikan Rp 10.000, ia tetap diberi selembar "tiket parkir". Yang menjadi sorotan adalah pengakuan sopir bahwa kendaraannya sama sekali tidak diparkir di lokasi tersebut, melainkan hanya melintas setelah beraktivitas di pusat perbelanjaan.

Menanggapi informasi yang meresahkan masyarakat ini, Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prastyo, memastikan akan menindaklanjuti laporan tersebut. "Terkait informasi tersebut akan segera kami cek," tegas Dhimas saat dikonfirmasi oleh internationalmedia.co.id, mengutip laporan Antara. Ia menambahkan, jika ditemukan adanya pelanggaran hukum, aparat kepolisian tidak akan ragu untuk menindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pengalaman serupa ternyata juga dialami oleh sopir angkutan lainnya bernama Ramos. Ia mengaku pernah menjadi sasaran modus pemalakan serupa, di mana ia diminta membayar dan diberi tiket padahal kendaraannya hanya sekadar melintas di area tersebut. Ramos sempat menolak membayar karena merasa tidak melakukan parkir, namun akhirnya tetap dipaksa. Kejadian ini menambah daftar panjang keluhan mengenai praktik pungutan liar di beberapa titik strategis ibu kota.
