internationalmedia.co.id – Upaya pemulihan pascabencana gempa bumi yang melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini memasuki babak baru melalui kolaborasi internasional yang signifikan. King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief) dari Arab Saudi bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) secara resmi memulai tahap pertama penyaluran bantuan kemanusiaan skala besar bagi warga yang terdampak musibah tersebut.
Prosesi peresmian penyaluran bantuan ini dilaksanakan di kawasan Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat yang tengah berjuang bangkit dari reruntuhan dan kesulitan ekonomi akibat guncangan hebat yang melanda wilayah tersebut.

Dalam fase awal ini, KSrelief dan BAZNAS telah menyiapkan logistik yang cukup masif. Sebanyak 15.000 paket bantuan pangan siap didistribusikan untuk menjamin ketersediaan nutrisi bagi warga. Tidak hanya kebutuhan perut, aspek kesehatan dan sanitasi juga menjadi perhatian utama dengan penyaluran 15.000 paket perlengkapan kebersihan diri (hygiene kit). Secara keseluruhan, program ini ditargetkan mampu menjangkau lebih dari 75.000 penerima manfaat yang tersebar di berbagai titik terdampak.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa misi ini bukan sekadar memberikan bantuan materi, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membantu masyarakat. Selain mendistribusikan barang, tim gabungan juga terjun langsung ke lapangan untuk melakukan asesmen mendalam.
"Tim dari KSrelief dan BAZNAS melakukan serangkaian kunjungan lapangan ke wilayah-wilayah terdampak. Kami juga bertemu dengan pejabat pemerintah daerah untuk meninjau kondisi kemanusiaan secara langsung, menilai kebutuhan mendesak, serta mengidentifikasi sektor mana yang harus menjadi prioritas intervensi," ungkap Idy Muzayyad dalam keterangan resminya, Kamis (5/11/2026).
Lebih lanjut, Idy menekankan bahwa hasil dari kunjungan lapangan dan penilaian kebutuhan ini akan menjadi landasan penting dalam menentukan strategi bantuan pada tahap berikutnya. Hal ini dilakukan agar bantuan yang diberikan nantinya benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan realitas kebutuhan masyarakat di lapangan, bukan sekadar bantuan seragam.
Program ini merupakan wujud nyata dari misi kemanusiaan Kerajaan Arab Saudi melalui KSrelief yang dikenal aktif membantu korban bencana dan krisis di berbagai penjuru dunia. Sinergi antara lembaga internasional dan lembaga nasional seperti BAZNAS diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan di Flores.
Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, mulai dari Bupati Manggarai Timur, Ketua BAZNAS Kabupaten Manggarai Timur, hingga Kepala BPBD dan Kepala Dinas Sosial setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan adanya koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah dan lembaga donor dalam menangani dampak bencana di Nusa Tenggara Timur.
