Internationalmedia.co.id – News – Mantan Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, baru-baru ini menyampaikan ekspresi dukacita yang mendalam atas berpulangnya mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Menurut Megawati, kepergian sosok karismatik tersebut tidak hanya menjadi kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga menyentuh nurani banyak pihak di seluruh dunia.
Dalam sebuah video ucapan duka yang diterima internationalmedia.co.id pada Rabu (8/7/2026), Megawati menuturkan, "Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia." Video tersebut telah dikirimkan kepada Pemerintah Republik Islam Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta dan bahkan telah ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi di Iran, bertepatan dengan upacara pemakaman Khamenei.

Megawati memandang Ayatollah Ali Khamenei bukan sekadar sebagai pemimpin politik atau tokoh agama. Baginya, Khamenei adalah seorang pejuang sejati. "Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno," ungkap Megawati, menggambarkan Khamenei sebagai pribadi yang sangat patriotik dan pantang menyerah.
Ia kemudian mengenang momen pertemuannya dengan Khamenei saat kunjungan resmi ke Teheran pada tahun 2004, kala Megawati menjabat sebagai Presiden RI. "Saat itu, saya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat dalam," kenangnya. Megawati menggambarkan Khamenei sebagai seorang ulama yang memancarkan kelembutan namun berprinsip teguh, sekaligus seorang negarawan yang sangat peka terhadap penderitaan bangsanya.
Lebih lanjut, Megawati mengungkapkan bahwa Khamenei bahkan mengapresiasi Pancasila dan semangat Konferensi Asia-Afrika di Bandung sebagai referensi penting dalam membentuk visi Iran yang merdeka dan bermartabat. Hal ini, menurut Megawati, merupakan pengakuan atas kedekatan sejarah dan ikatan emosional antara kedua bangsa.
Menutup pesan dukanya, Megawati mempertegas komitmennya terhadap penyelesaian konflik melalui jalur damai, dialog yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan, bukan melalui kekerasan atau agresi bersenjata sepihak.
Doa tulus pun dipanjatkan bagi almarhum Khamenei dan seluruh rakyat Iran. "Kepada keluarga besar Almarhum, para pemimpin dan ulama Iran, serta seluruh rakyat Iran, izinkan saya menyampaikan doa yang paling tulus. Semoga Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang melapangkan jalan bagi beliau, menerima seluruh amal perjuangannya, dan mengampuni segala kekhilafannya," tutup Megawati.
