Internationalmedia.co.id – News – Wacana penghapusan jalur sepeda di Ibu Kota Jakarta tengah menjadi sorotan publik. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, masih menimbang-nimbang nasib fasilitas ini di tengah evaluasi menyeluruh. Berbagai suara dari masyarakat mulai bermunculan, menyikapi potensi hilangnya jalur yang selama ini digunakan para pesepeda.
Pramono Anung, yang juga dikenal sebagai pesepeda, menyatakan kehati-hatiannya dalam mengambil keputusan. Ia mengakui adanya dua pandangan yang kontras. Di satu sisi, komunitas pesepeda seperti Bike to Work, mendesak agar jalur tersebut dipertahankan demi keselamatan dan kenyamanan. Namun, di sisi lain, sebagian masyarakat mengeluhkan bahwa jalur sepeda kerap disalahgunakan oleh pengendara motor.

Kiki Muharram, seorang warga Jakarta Selatan, dengan tegas menolak ide penghapusan jalur sepeda. Menurutnya, pemerintah harus mencari solusi lain untuk mengatasi kemacetan Jakarta tanpa mengorbankan hak pesepeda. "Jangan jalur sepeda dikorbankan," ujarnya saat diwawancarai internationalmedia.co.id di Bundaran HI, Minggu (23/8). Kiki menekankan pentingnya mendahulukan pesepeda sebagai pengguna jalan yang tidak bermesin. Ia juga mencontohkan praktik di luar negeri yang mendorong penggunaan transportasi umum dengan fasilitas parkir di stasiun, sebuah model yang menurutnya bisa diterapkan di Jakarta.
Pandangan sedikit berbeda disampaikan Reza dari Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ia setuju jalur sepeda dipertahankan, namun mengusulkan agar pembatas jalur dapat dihilangkan. Hal ini, menurut Reza, akan memberikan fleksibilitas bagi pengendara motor atau mobil untuk menggunakan jalur tersebut saat sepi, terutama di hari kerja. "Kalau bariernya nggak ngaruh, hapus ajalah, nggak apa-apa," katanya. Ia berpendapat, pesepeda cenderung ramai di akhir pekan atau hari libur, sehingga di hari kerja jalur bisa lebih adaptif.
Daniel, warga Jakarta Timur, yang rutin menggunakan sepeda untuk bekerja, mengungkapkan kekhawatirannya akan keselamatan jika jalur sepeda dihapus. Baginya, jalur ini adalah jaminan keamanan dalam mobilitas sehari-hari. "Harapannya sih kepada pemerintah daerah lebih memperhatikan lagi terhadap keselamatan pengendara sepeda," ucapnya. Daniel juga menegaskan prinsipnya untuk tidak menyerobot hak pengguna jalan lain, termasuk jalur sepeda, saat ia berkendara motor, karena ia memahami betul rasanya haknya diambil.
Menyadari dilema ini, Pramono Anung menegaskan bahwa keputusannya tidak akan dipengaruhi oleh hobinya bersepeda. Ia menjelaskan bahwa kebiasaannya bersepeda road bike biasanya hanya pada akhir pekan atau Sabtu pagi. "Saya akan segera memutuskan untuk hal tersebut," pungkasnya, menjanjikan keputusan yang adil dan mempertimbangkan semua aspek demi kepentingan seluruh warga Jakarta.
