Washington DC – Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Kepala Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, memberikan jaminan langsung kepada Presiden Donald Trump mengenai kesiapan penuh militer AS menghadapi Iran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, jaminan ini datang di tengah pengerahan kekuatan militer AS dalam skala besar ke kawasan tersebut, menandakan potensi eskalasi yang signifikan.
Dalam sebuah rapat kabinet yang berlangsung baru-baru ini, Trump secara langsung menanyakan Hegseth mengenai situasi terkini terkait Iran. Menanggapi hal tersebut, Hegseth dengan tegas menyatakan, "Mereka (Iran) seharusnya tidak mengejar kemampuan nuklir. Kami siap melaksanakan apa pun yang Presiden harapkan dari Departemen Perang," merujuk pada sebutan tidak resmi untuk Departemen Pertahanan AS di bawah administrasi Trump.

Meskipun demikian, para pejabat AS mengindikasikan bahwa Presiden Trump masih meninjau berbagai opsi dan belum mengambil keputusan final untuk melancarkan serangan. Peningkatan ketegangan antara kedua negara ini dipicu oleh penindakan keras aparat keamanan Teheran terhadap demonstran anti-pemerintah di berbagai wilayah Iran dalam beberapa pekan terakhir, yang dilaporkan menewaskan ribuan orang.
Trump sendiri telah berulang kali melontarkan ancaman intervensi jika Iran terus membunuh demonstran, meskipun aksi protes kini dilaporkan telah mereda. Selain itu, ia juga memperingatkan bahwa AS akan bertindak tegas jika Teheran melanjutkan program nuklirnya, terutama setelah insiden pengeboman fasilitas nuklir Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh militer AS dan Israel pada Juni tahun lalu.
Di sisi lain, Teheran juga tidak tinggal diam. Panglima militer Iran, Amir Hatami, dalam pernyataan yang dikutip televisi pemerintah Iran, bersumpah akan memberikan respons yang dahsyat terhadap setiap serangan terhadap negaranya. Untuk memperkuat pertahanannya, militer Iran dilaporkan telah menambahkan 1.000 unit drone baru ke resimen tempurnya.
Hatami menegaskan, "Sesuai dengan ancaman yang kita hadapi, mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategis untuk pertempuran cepat dan respons yang menghancurkan terhadap invasi apa pun… selalu ada dalam agenda militer." Pernyataan ini menggarisbawahi kesiapan Iran untuk menghadapi kemungkinan konflik, sementara dunia menanti langkah selanjutnya dari kedua belah pihak.

