Internationalmedia.co.id – Di tengah tensi yang memanas antara Venezuela dan Amerika Serikat, Presiden Nicolas Maduro justru memilih jalur unik untuk menyampaikan pesan damai. Ia menirukan gaya joget Donald Trump sambil menyerukan "No Crazy War" atau jangan ada perang gila. Aksi ini dilakukan sebagai respons atas peningkatan aktivitas militer AS di kawasan Karibia yang dianggap mengancam kedaulatan Venezuela.
Washington diketahui telah mengerahkan sejumlah besar kekuatan militernya, termasuk kapal induk, kapal perang, jet tempur, hingga kapal selam nuklir ke dekat wilayah Venezuela sejak Agustus lalu. Langkah ini memicu kekhawatiran akan potensi intervensi militer AS untuk menggulingkan rezim Maduro.

Maduro, dalam pidatonya di hadapan kaum muda Venezuela, mengajak mereka untuk menjalin komunikasi dengan pelajar di AS. Ia menyerukan dialog dan perdamaian, menolak segala bentuk kekerasan. "Dialog, ya. Perdamaian, ya. Menghormati, ya. Perang? Para pelajar, dengarkan saya, perang, tidak. Jangan, jangan ada perang," tegasnya.
Aksi joget Maduro ini pun menuai beragam komentar. Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, bahkan turut memberikan tanggapan, "Gerakan khas dan aura tak tertandingi Presiden Trump sering ditiru, tetapi tidak pernah diduplikasi."
Terlepas dari itu, Maduro menegaskan bahwa negaranya "tidak terkalahkan" dan berterima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Venezuela di tengah tekanan yang meningkat dari AS. Ia juga menyinggung laporan tentang potensi dialog antara dirinya dan Trump, meskipun belum ada tanggal pasti yang ditetapkan.
