Internationalmedia.co.id – Serangan drone Rusia yang semakin intensif di Kota Kramatorsk, Ukraina, memaksa pemerintah setempat mengambil langkah drastis. Evakuasi wajib diberlakukan, terutama bagi keluarga yang memiliki anak-anak, demi keselamatan mereka dari ancaman yang terus meningkat.
Kramatorsk, kota dengan populasi sekitar 147.000 jiwa sebelum konflik berkecamuk, kini berada dalam situasi yang sangat genting. Terletak hanya sekitar 20 kilometer dari garis depan di wilayah Donetsk, kota ini menjadi target utama Kremlin yang terus memusatkan kekuatan tempurnya sejak invasi dimulai pada Februari 2022.

Dewan kota Kramatorsk mengumumkan perintah evakuasi wajib ini melalui media sosial, menekankan urgensi situasi. "Karena memburuknya situasi keamanan di beberapa wilayah di komunitas kota Kramatorsk, evakuasi wajib bagi keluarga dengan anak-anak telah diumumkan," demikian pernyataan resmi tersebut.
Warga yang tinggal di wilayah yang terkena dampak, terutama keluarga dengan anak-anak, diimbau untuk segera meninggalkan daerah tersebut dengan bantuan perwakilan layanan evakuasi. Beberapa bagian kota Kramatorsk, yang masih menyimpan bekas luka perang bertahun-tahun, termasuk dalam zona evakuasi.
Kramatorsk, sebagai pusat sipil dan kota garnisun terbesar di wilayah Donetsk yang masih dikuasai Ukraina, memiliki nilai strategis yang tinggi. Kota ini sempat jatuh ke tangan separatis yang didukung Kremlin pada tahun 2014, sebelum akhirnya direbut kembali oleh pasukan Ukraina. Serangan drone Rusia yang terbaru ini semakin memperburuk situasi kemanusiaan di kota tersebut dan memaksa ribuan warga sipil untuk mengungsi.
