Perairan sekitar Gunung Anak Krakatau kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral di media sosial menampilkan penampakan objek mencurigakan. Objek tersebut, yang diduga kuat sebagai kapal terbalik, sempat memunculkan harapan baru terkait hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal yang telah tujuh hari tak diketahui keberadaannya. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa rekaman drone yang diunggah memicu reaksi luas.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @andrearamadhaan pada Minggu (13/9) tersebut, diambil menggunakan kamera drone dari ketinggian Gunung Anak Krakatau. Dalam rekaman itu, terlihat jelas sebuah benda memanjang berwarna putih mengapung di permukaan laut, menyerupai bentuk kapal yang terbalik. "Apakah itu sebuah kapal terbalik? Saya juga bertanya-tanya," ujar Andrea dalam narasi videonya, mengungkapkan kebingungannya.

Andrea Ramadhaan sendiri mengaku baru menyadari keberadaan objek misterius tersebut setelah meninjau ulang hasil rekaman drone-nya. Kepada internationalmedia.co.id, ia menjelaskan bahwa lokasi penampakan berada di sekitar Gunung Anak Krakatau, tepatnya di perairan antara Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung.
Menanggapi informasi yang viral tersebut, Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, segera memerintahkan tim SAR yang bertugas di KN SAR Tetuka untuk melakukan penyisiran di Sektor C. Area ini mencakup lokasi yang disebutkan dalam video. "Kami menurunkan sekoci dan sea rider untuk melakukan pencarian berdasarkan informasi yang beredar di Instagram sejak tanggal 13," jelas Amrad dari Pos SAR Nasional, Pantai Carita, Pandeglang, pada Selasa (15/9).
Tim SAR tidak hanya mendekati lokasi hingga sekitar 500 meter dari Gunung Anak Krakatau, tetapi juga menerbangkan drone untuk memastikan kondisi di titik tersebut. Namun, setelah pengecekan menyeluruh, tidak ada benda mencurigakan yang terlihat seperti dalam rekaman drone Andrea. "Jadi teman-teman di lapangan berpacu dengan waktu untuk memastikan informasi yang kami dapatkan. Dan setelah mereka melakukan cross-check tentang informasi tersebut, hasilnya nihil," tegas Amrad.
Amrad menambahkan bahwa hingga hari ketujuh pencarian, tim SAR telah menyisir area seluas 3.962 mil laut persegi yang terbagi menjadi lima sektor. Namun, sayangnya, belum ada petunjuk signifikan mengenai keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak. "Hasilnya nihil," pungkas Amrad dengan nada prihatin. Tim SAR berencana melanjutkan operasi pencarian pada esok hari, Rabu (16/9), yang akan menjadi hari kedelapan. Rencana detail operasi akan disampaikan pada pagi hari.
