Jakarta – Sidang lanjutan kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha kembali bergulir, menghadirkan sembilan orang tua korban sebagai saksi kunci. Mereka memberikan kesaksian yang mengguncang tentang trauma mendalam dan luka fisik yang dialami anak-anak mereka. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, persidangan ini membuka tabir perilaku anak-anak yang berubah drastis setelah dititipkan di tempat penitipan anak tersebut.
Salah satu kesaksian paling memilukan datang dari saksi berinisial WM. Ia menceritakan bagaimana anaknya kini sangat ketakutan setiap kali berhadapan dengan air, sebuah perilaku yang tidak pernah terjadi sebelumnya. "Ketika mau keramas itu dia nggak mau, jadi hal-hal yang berkait dengan air, mandi, itu rewel dibandingkan sebelum (dititipkan) di Little Aresha," ungkap WM dalam persidangan. Ketakutan ini begitu nyata, bahkan saat di daycare baru, anaknya memilih mundur-mundur dan menunjukkan rasa takut ketika anak-anak lain seusianya asyik bermain air.

Selain trauma psikis, para orang tua juga mengungkapkan adanya luka fisik yang mencurigakan pada anak-anak mereka. Saksi HK, misalnya, pernah menjemput anaknya dari Little Aresha dan menemukan darah keluar dari telinga sang anak setibanya di rumah. "Padahal tidak ada bekas garukan di situ, jadi ada darah yang lumayan cukup banyak pada waktu itu, tapi tidak deras," jelas HK, yang sontak menanyakan insiden tersebut kepada pihak daycare namun tidak mendapatkan penjelasan memuaskan.
Kesaksian para orang tua ini menambah daftar panjang dugaan kekerasan yang terjadi di Daycare Little Aresha. Kasus ini terus bergulir, dengan harapan keadilan dapat ditegakkan bagi para korban yang masih sangat belia. Informasi mengenai persidangan ini, yang pertama kali diwartakan oleh internationalmedia.co.id pada Senin, 31 Agustus 2026, terus menarik perhatian publik yang menuntut perlindungan maksimal bagi anak-anak.
