Jakarta – Sebuah insiden kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Gambir, Jakarta Pusat, Senin (31/8). Peristiwa ini mengakibatkan ratusan jiwa terpaksa mengungsi dan empat Rukun Tetangga (RT) terdampak langsung. Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, segera meninjau lokasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa fokus utama saat ini adalah mitigasi dampak dan penyediaan kebutuhan dasar bagi para korban.
Dalam tinjauannya, Wali Kota Arifin mengonfirmasi bahwa empat RT di RW 01, Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, yakni RT 04, RT 05, RT 07, dan RT 09, menjadi area yang paling parah terdampak. "Ini terdampak ada empat RT. RT 04, RT 05, 07, dan 09. Tepatnya di RW 01," ujar Arifin kepada awak media di lokasi kejadian. Data terkini menunjukkan bahwa 114 unit rumah hangus terbakar, memaksa 880 jiwa dari 310 Kartu Keluarga (KK) untuk mengungsi.

Sebagai respons cepat, Arifin memastikan bahwa pihaknya telah mendirikan tenda-tenda pengungsian untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. Selain itu, fasilitas pendukung esensial seperti toilet umum, pasokan air bersih, serta distribusi makanan dan minuman juga telah disiapkan. "Evakuasi yang dilakukan adalah penyiapan tenda pengungsi, kemudian juga penyiapan untuk sarana pendukung seperti tadi ada toilet ya, air bersih, kemudian untuk makan minum para penyintas yang terdampak," jelasnya.
Saat ini, upaya mitigasi dampak kebakaran menjadi prioritas utama. Arifin menyatakan bahwa setelah proses mitigasi selesai, barulah akan dibahas lebih lanjut mengenai penggantian fasilitas atau bantuan natura bagi para korban. "Intinya kita mitigasi dampak hari ini ya, baru kita penyiapan untuk natura dan sebagainya. Untuk hal-hal yang berkaitan dengan rumah dan sebagainya, nanti kita bicarakan lebih lanjut," tegas Arifin, menekankan tahapan penanganan pasca-bencana.
Menurut informasi yang dihimpun internationalmedia.co.id, laporan kebakaran diterima oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 13.40 WIB, dengan operasi pemadaman yang segera dimulai enam menit kemudian, tepatnya pukul 13.46 WIB. Berkat kesigapan tim, api yang melalap permukiman warga berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 18.00 WIB. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengonfirmasi status pemadaman tersebut. "Sampai dengan malam ini untuk di sisi warga ini sudah pukul 18.00 tadi ini sudah, sudah clear ya. Tapi anggota masih tetap berjaga," ujar Bayu, memastikan bahwa personel masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan titik api baru.
