Sebuah peristiwa langka dan penuh pertanyaan baru-baru ini terjadi di salah satu jalur pelayaran paling berbahaya di dunia. Sebuah kapal pesiar super mewah, Nord, yang diketahui milik miliarder Rusia Alexey Mordashov, berhasil melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan berarti pada Sabtu (25/4). Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa pergerakan ini menjadi sorotan, mengingat Selat Hormuz kini menjadi medan ketegangan global dan sangat dibatasi akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Superyacht Nord, dengan panjang mencapai 142 meter dan nilai fantastis lebih dari US$500 juta (sekitar Rp8,6 triliun), menjadi salah satu dari sedikit kapal yang diizinkan melewati jalur krusial tersebut. Menurut data pelayaran dari platform MarineTraffic, Nord terdeteksi meninggalkan marina Dubai, Uni Emirat Arab, pada Jumat (24/4) sekitar pukul 14.00 GMT. Kapal itu melanjutkan perjalanan melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (25/4) pagi, sebelum akhirnya berlabuh di Muscat, Oman, pada Minggu (26/4) pagi waktu setempat.

Pertanyaan besar pun mengemuka: bagaimana kapal pesiar bertingkat ini bisa mendapatkan izin untuk menggunakan rute yang sangat dibatasi tersebut? Sejak akhir Februari lalu, Iran telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap lalu lintas di Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Perwakilan Mordashov, taipan baja Rusia yang dikenal dekat dengan Presiden Vladimir Putin, menolak memberikan komentar terkait insiden ini.
Sebelum konflik pecah pada 28 Februari, rata-rata 125-140 kapal melintas setiap hari di Selat Hormuz. Kini, hanya segelintir kapal, didominasi kapal dagang, yang berhasil melewati jalur perairan strategis di pintu masuk Teluk Persia ini. Sebagai balasan atas pembatasan Iran, AS juga telah memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran.
Peristiwa ini tak lepas dari dinamika aliansi global. Rusia dan Iran merupakan sekutu lama yang semakin mempererat hubungan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk melalui perjanjian kerja sama intelijen dan keamanan pada tahun 2025. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bahkan dilaporkan berada di Saint Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia, untuk bertemu Putin setelah berdiskusi dengan mediator konflik AS-Iran di Pakistan dan Oman selama akhir pekan.
Mordashov sendiri merupakan salah satu warga Rusia yang dikenai sanksi oleh AS dan Uni Eropa setelah invasi Moskow ke Ukraina, karena kedekatannya dengan Putin. Meskipun Mordashov tidak secara resmi terdaftar sebagai pemilik langsung Nord, data perkapalan dan catatan perusahaan Rusia dari tahun 2025 menunjukkan bahwa kapal pesiar itu terdaftar atas nama perusahaan milik istrinya pada tahun 2022. Perusahaan tersebut terdaftar di Cherepovets, Rusia, kota yang juga menjadi markas perusahaan baja Severstal milik Mordashov. Nord, yang merupakan salah satu kapal pesiar terbesar di dunia, dilengkapi dengan 20 kabin mewah, kolam renang, helipad, bahkan kapal selam pribadi.
