Internationalmedia.co.id Ketegangan diplomatik antara Tiongkok dan Jepang kini merambah industri pariwisata. Operator kapal pesiar asal Tiongkok dilaporkan mulai menghindari pelabuhan-pelabuhan di Jepang dan mengalihkan rute mereka ke Korea Selatan (Korsel).
Keputusan ini dipicu oleh pernyataan kontroversial Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang dianggap provokatif oleh Tiongkok. Takaichi sebelumnya menyatakan bahwa serangan Tiongkok ke Taiwan dapat mengancam kelangsungan hidup Jepang dan memicu respons militer.

Adora Magic City, salah satu kapal pesiar Tiongkok, telah mengubah jadwal perjalanannya untuk bulan Desember mendatang. Kapal tersebut seharusnya singgah di Fukuoka, Sasebo, dan Nagasaki, namun kini memilih untuk menghabiskan waktu lebih lama di Pulau Jeju, Korsel.
Pemerintah Provinsi Jeju mengonfirmasi adanya perubahan jadwal tersebut, namun operator kapal pesiar tidak memberikan alasan yang jelas. Seorang pejabat menduga bahwa perubahan ini terkait dengan hubungan yang memanas antara Tiongkok dan Jepang.
"Sepertinya mereka sedang menyusun Rencana B," ujar pejabat tersebut.
Jepang mulai merasakan dampak dari sengketa diplomatik ini. East Japan International Travel Service, sebuah operator tur yang berbasis di Tokyo, melaporkan kehilangan 80 persen pemesanan untuk sisa tahun ini.
Di sisi lain, Korsel menjadi destinasi favorit baru bagi wisatawan Tiongkok. Tiket penerbangan internasional ke Korsel mengalami peningkatan signifikan. Beberapa maskapai Tiongkok bahkan menawarkan pengembalian dana untuk rute penerbangan ke Jepang, yang semakin mendorong minat wisatawan untuk berkunjung ke Korsel.
Seorang warga Tiongkok bernama Luna Wang mengaku lebih memilih Korsel daripada Jepang karena merasa Jepang tidak aman bagi warga Tiongkok. Sementara itu, Su Shu, pendiri Moment Travel, mencatat perubahan dramatis dalam persepsi soal bepergian ke Jepang.
"Perasaannya sekarang adalah siapa pun yang pergi adalah pengkhianat," ujarnya, seperti dikutip internationalmedia.co.id.

