Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu. Sinyal bahaya kini datang dari Israel, sekutu dekat AS, yang mengisyaratkan kemungkinan serangan militer terhadap Teheran. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, kegagalan perundingan ini menjadi pemicu utama ancaman tersebut.
Sejumlah menteri Israel secara terbuka mengisyaratkan potensi dilanjutkannya kembali serangan terhadap Iran. Menteri Energi Israel, Eli Cohen, menjadi salah satu suara terdepan yang menyuarakan potensi eskalasi. Ia secara tegas menyatakan bahwa Teheran bisa menjadi sasaran serangan jika tidak ada kesepakatan yang tercapai terkait program nuklirnya. "Isu nuklir adalah masalah global, dan langkah Presiden AS Donald Trump dalam menetapkan garis merah sangat tepat," ujar Cohen kepada harian Israel, Yedioth Ahronoth, pada Minggu lalu.

Tidak hanya Iran, Cohen juga menyoroti Lebanon. Ia menyarankan agar Tel Aviv tidak hanya menargetkan kekuatan militer Hizbullah, melainkan juga fasilitas dan infrastruktur vital di Lebanon. Mengenai prospek perundingan, Cohen mengungkapkan keraguannya. "Saya telah menyampaikan ini di kabinet. Saya tidak melihat peluang keberhasilan yang tinggi untuk negosiasi ini," katanya, bahkan ketika Tel Aviv dan Beirut dijadwalkan bertemu di Washington DC untuk membahas gencatan senjata.
Senada dengan Cohen, Menteri Ekonomi Israel, Nir Barkat, melalui wawancara dengan Channel 14, menyuarakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat akan berhasil mencapai tujuannya dalam menghadapi Iran. "Para pejabat Iran tampaknya belum memahami sepenuhnya tekad kuat Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kami akan kembali ke medan perang dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan," tegas Barkat.
Di platform media sosial X, Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel, Miki Zoha, turut angkat bicara. Ia menulis bahwa "ketegasan Washington dalam menghalangi Iran mendapatkan senjata nuklir adalah cerminan dari koordinasi erat dengan Israel." Zoha menegaskan bahwa baik AS maupun Israel memiliki komitmen kuat untuk mencegah Teheran mengembangkan kapabilitas senjata nuklir.
Kegagalan perundingan yang memicu ancaman ini terjadi setelah maraton dialog selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, yang bertindak sebagai mediator. Perundingan yang bertujuan memfinalisasi gencatan senjata antara AS dan Iran tersebut berakhir tanpa kesepakatan. Sebagai respons, Amerika Serikat dilaporkan bertekad untuk memblokade Selat Hormuz, sebuah langkah yang dipastikan akan semakin memperparah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah bergejolak.

