Internationalmedia.co.id – Militer Israel mengklaim telah berhasil melumpuhkan lebih dari 40 militan Hamas dalam operasi intensif selama sepekan terakhir. Operasi ini difokuskan pada penghancuran terowongan-terowongan di sekitar Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza.
Menurut pernyataan resmi militer Israel, operasi ini bertujuan untuk menghancurkan jaringan terowongan bawah tanah yang masih aktif di area tersebut dan melenyapkan militan yang bersembunyi di dalamnya. Selama 40 hari terakhir, pasukan Israel memusatkan perhatian di sekitar Rafah bagian timur.

Selain melenyapkan puluhan militan, militer Israel juga mengklaim telah menghancurkan puluhan terowongan dan infrastruktur teroris lainnya, baik di atas maupun di bawah tanah.
Sebelumnya, sumber internationalmedia.co.id melaporkan bahwa negosiasi sedang berlangsung mengenai nasib para militan Hamas yang masih berada di jaringan terowongan Gaza selatan. Hamas sendiri telah meminta negara-negara mediator untuk menekan Israel agar mengizinkan para militan mereka melewati terowongan dengan aman.
Seorang pejabat Hamas menegaskan bahwa para militan mereka di Rafah tidak akan menyerah atau menyerahkan senjata mereka kepada pasukan Israel. Hamas memperkirakan ada sekitar 60-80 militan mereka yang masih terjebak di dalam terowongan Gaza.
Gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober lalu masih rapuh, dengan kedua belah pihak saling menuduh melakukan pelanggaran. Hamas menuduh Israel sengaja menunda kelanjutan fase gencatan senjata selanjutnya, yang menurut mereka dapat memicu ketidakstabilan lebih lanjut di kawasan tersebut.
