Pengakuan mendadak Israel terhadap Somaliland sebagai negara merdeka telah memicu gelombang penolakan keras dari lebih dari 20 negara di Timur Tengah, Afrika, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa langkah kontroversial ini segera disambut dengan kecaman global, bahkan Amerika Serikat pun menolak untuk mengikuti jejak Tel Aviv.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis AFP pada Minggu (28/12/2025), negara-negara penolak tersebut menyoroti "dampak serius dari tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap stabilitas perdamaian dan keamanan di Tanduk Afrika, Laut Merah, serta implikasinya terhadap keamanan internasional secara keseluruhan. Mereka juga secara tegas menolak "potensi keterkaitan antara tindakan tersebut dan upaya apa pun untuk secara paksa mengusir rakyat Palestina dari tanah mereka." Selain itu, Suriah melalui pernyataan terpisah juga menyatakan penolakan tegasnya terhadap pengakuan kedaulatan Somaliland oleh Israel.

Sikap berbeda ditunjukkan oleh Amerika Serikat. Presiden AS kala itu, Donald Trump, dalam wawancara dengan New York Post yang diterbitkan Jumat (26/12), secara eksplisit menyatakan pemerintahannya tidak akan mengakui kedaulatan Somaliland. "Tidak," jawab Trump ketika ditanya mengenai kemungkinan pengakuan AS, seraya menambahkan, "Apakah ada yang benar-benar tahu apa itu Somaliland?" Departemen Luar Negeri AS pada Sabtu (27/12/2025) juga menegaskan kembali pengakuan mereka terhadap integritas teritorial Somalia, yang secara jelas mencakup wilayah Somaliland.
Pengakuan resmi Israel terhadap Somaliland diumumkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Sabtu (27/12/2025). Langkah ini menjadikan Israel sebagai negara pertama yang mengakui Somaliland sebagai entitas merdeka dan berdaulat, serta menandatangani perjanjian untuk menjalin hubungan diplomatik. Kantor Netanyahu menyebut pengumuman ini "sejalan dengan semangat Perjanjian Abraham," merujuk pada kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dan beberapa negara Arab yang difasilitasi oleh Trump. Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, menyambut baik langkah ini sebagai "awal kemitraan strategis" dan prioritas utama pemerintahannya sejak menjabat tahun lalu.
Somaliland, yang terletak strategis di Teluk Aden, berhadapan dengan Yaman dan berdekatan dengan Djibouti—lokasi pangkalan militer AS, Tiongkok, Prancis, dan beberapa negara lainnya—memproklamasikan kemerdekaannya dari Somalia pada tahun 1991. Meskipun telah memiliki pemerintahan dan mata uang sendiri, wilayah ini belum pernah mendapatkan pengakuan internasional hingga deklarasi Israel tersebut.
Meskipun alasan pasti di balik deklarasi mendadak Israel ini tidak sepenuhnya jelas, sebelumnya, pada awal tahun ini, Associated Press melaporkan adanya pendekatan dari pejabat AS dan Israel kepada Somaliland. Pendekatan tersebut terkait rencana Presiden AS Donald Trump saat itu untuk memukimkan kembali warga Palestina dari Gaza di Somaliland. Namun, rencana tersebut kemudian ditinggalkan oleh Amerika Serikat.

