Trump berargumen bahwa kemenangan Sekutu dalam Perang Dunia II, yang menurutnya didorong oleh kepemimpinan AS, telah mencegah dominasi Jerman dan Jepang di Eropa. "Setelah perang, yang kita menangkan dengan besar, tanpa kita, saat ini, kalian semua akan berbicara bahasa Jerman dan mungkin sedikit bahasa Jepang," ujarnya.
Selain itu, Trump juga menyinggung soal Greenland, mengklaim bahwa AS terpaksa mengirim pasukan untuk mempertahankan wilayah tersebut dari ancaman musuh selama perang. Ia menyebut bahwa Denmark tidak mampu mempertahankan diri, dengan Kopenhagen jatuh ke tangan Jerman hanya dalam enam jam. Menurutnya, AS mendirikan pangkalan di Greenland demi melindungi wilayah tersebut bagi Denmark dan mencegah musuh mendapatkan pijakan di belahan bumi barat.

Minat Trump terhadap Greenland didasari oleh lokasinya yang strategis di Arktik, sumber daya mineral yang melimpah, serta kekhawatiran tentang meningkatnya aktivitas Rusia dan Tiongkok di wilayah tersebut. Meskipun demikian, baik Denmark maupun Greenland telah menolak proposal untuk mentransfer wilayah tersebut, menegaskan kedaulatan Denmark atas Greenland.
Pernyataan Trump ini memicu berbagai reaksi, mengingat sensitivitas sejarah Perang Dunia II dan implikasinya terhadap hubungan internasional. Klaim Trump tentang peran tunggal AS dalam memenangkan perang juga menuai kritik dari berbagai pihak.
