Gaza Berduka: 7 Fakta Kelam 2 Tahun Perang yang Belum Usai
Berikut adalah rangkuman fakta-fakta penting yang menandai dua tahun perang di Gaza:

- Korban Jiwa yang Mencengangkan: Lebih dari 66.000 jiwa melayang akibat operasi militer Israel, dengan mayoritas korban adalah warga sipil. Sekitar 169.000 orang lainnya mengalami luka-luka. Lembaga internasional meyakini jumlah korban sebenarnya jauh lebih tinggi dari angka yang dilaporkan.
- Kehancuran Infrastruktur: Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat bahwa 90% rumah di Gaza hancur atau rusak, menyebabkan 1,9 juta dari 2,1 juta penduduk kehilangan tempat tinggal.
- Bencana Kelaparan: Blokade total yang diberlakukan Israel telah menyebabkan kelaparan parah di sebagian besar wilayah Gaza. Sedikitnya 450 orang, termasuk 150 anak-anak, meninggal dunia akibat kelaparan.
- Tujuan yang Belum Tercapai: Dua tujuan utama Israel dalam perang ini, yaitu membebaskan semua sandera dan menghancurkan Hamas, belum tercapai hingga saat ini. Meskipun sebagian sandera telah dibebaskan, puluhan lainnya masih ditahan. Hamas pun masih bertahan di Gaza.
- Kelelahan dan Frustrasi Masyarakat Israel: Survei menunjukkan bahwa mayoritas warga Israel merasa sudah saatnya perang diakhiri. Sebagian besar responden juga berpendapat bahwa Perdana Menteri Netanyahu harus bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut.
- Pergeseran Opini Publik Internasional: Meskipun Amerika Serikat tetap menjadi pendukung utama Israel, pandangan komunitas Yahudi Amerika tampaknya mulai berubah. Sebagian besar responden percaya bahwa Israel melakukan kejahatan perang terhadap warga Palestina di Gaza.
- Dampak pada Migrasi dan Pertumbuhan Penduduk Israel: Data menunjukkan bahwa puluhan ribu warga Israel meninggalkan negara itu pada tahun 2024, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Konflik ini juga memengaruhi lanskap politik dan sosial di Israel. Tomer Persico, peneliti dari Shalom Hartman Institute, mengatakan bahwa terjadi pergeseran signifikan ke arah kanan dalam masyarakat Israel. Banyak orang kembali memeluk nilai-nilai agama Yahudi tradisional.
Amerika Serikat telah memberikan bantuan militer senilai miliaran dolar kepada Israel sejak dimulainya perang di Gaza. Laporan menyebutkan bahwa tanpa bantuan AS, Israel tidak akan mampu mempertahankan operasi militer melawan Hamas.
Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan damai Gaza akan tercapai. Namun, Hamas mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, yang membuat perundingan menjadi sulit dan panjang.
Sementara perundingan terus berlanjut, warga Gaza hidup dalam ketakutan, kengerian, pengungsian, dan kehancuran. Mereka berharap agar konflik ini segera berakhir dan perdamaian dapat terwujud di wilayah tersebut.
