Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengambil langkah strategis untuk mengakhiri ketergantungan impor bawang putih yang telah berlangsung lama. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan komitmennya untuk menggenjot produksi domestik melalui sinergi lintas sektor.
Dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan, Zulhas menekankan pentingnya penguatan koordinasi. Berbagai pihak mulai dari kementerian, lembaga pemerintah daerah, Kepolisian Republik Indonesia, dunia usaha, hingga para petani akan digandeng untuk bergerak dalam satu agenda nasional. Pernyataan ini disampaikan Zulhas saat menghadiri panen raya bawang putih di Kecamatan Sembalun Bumbung, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. "Dari Sembalun, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada impor bawang putih. Kita harus terus meningkatkan kemampuan produksi dari negeri sendiri," tegas Zulhas, seperti dikutip internationalmedia.co.id.

Zulhas membeberkan data krusial yang melatarbelakangi urgensi program ini. Saat ini, produksi bawang putih nasional hanya berkisar antara 39.000 hingga 40.000 ton per tahun. Angka ini sangat jauh dari total kebutuhan konsumsi yang mencapai sekitar 600.000 ton per tahun. Kondisi ini menyebabkan sekitar 90 hingga 95 persen kebutuhan bawang putih di dalam negeri masih harus dipenuhi melalui jalur impor.
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen penuh mendorong pengembangan sentra produksi baru, peningkatan produktivitas lahan, penguatan infrastruktur pascapanen, serta menjamin kepastian pasar bagi hasil panen petani. Langkah-langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kedaulatan pangan nasional di sektor bawang putih.
