Internationalmedia.co.id – Dunia seni dikejutkan dengan raibnya koleksi perhiasan era Napoleon III dari Museum Louvre, Paris, pada 19 Oktober 2025. Tiara, bros, dan kalung yang memiliki nilai sejarah tak ternilai itu lenyap tanpa jejak, meninggalkan misteri yang mendalam bagi para penyidik. Diduga, jaringan pencurian seni Eropa Timur terlibat, beroperasi untuk memenuhi permintaan kolektor kaya atau perdagangan ilegal.
Selain kasus pencurian di Louvre, berikut rangkuman berita internasional yang menjadi sorotan hari ini:

Wamenhan Vietnam Diduga Lecehkan Pejabat Korsel, Dubes Dipanggil!
Wakil Menteri Pertahanan Vietnam, Hong Xuan Chien, dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pegawai negeri sipil Korea Selatan saat menghadiri forum keamanan di Seoul bulan lalu. Pemerintah Korsel telah memanggil Duta Besar Vietnam untuk membahas tuduhan serius ini.
Trump Beri Ultimatum Hamas: Gencatan Senjata atau Musnah!
Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan keras kepada kelompok Hamas terkait kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Trump mengancam akan "memusnahkan" Hamas jika kelompok tersebut melanggar perjanjian yang telah disepakati.
Sejarah Terukir! Jepang Akhirnya Punya PM Wanita Pertama
Parlemen Jepang menunjuk Sanae Takaichi sebagai Perdana Menteri wanita pertama dalam sejarah negara tersebut. Takaichi, yang dikenal sebagai pengagum Margaret Thatcher, berhasil mencapai kesepakatan koalisi di menit-menit terakhir dan akan segera memimpin pemerintahan minoritas.
Saudi Eksekusi Mati Demonstran Antipemerintah, Kontroversi Mencuat
Otoritas Arab Saudi mengumumkan eksekusi mati terhadap seorang pria yang dituduh terlibat dalam demonstrasi antipemerintah pada tahun 2011. Kelompok hak asasi manusia (HAM) dan pakar PBB mengecam tindakan tersebut, karena pria tersebut masih di bawah umur saat berpartisipasi dalam aksi protes.
Kembali ke Misteri Louvre: Sulit Dijual, Mengapa Dicuri?
Tim Carpenter, pakar kejahatan seni dari Argus Cultural Property Consultancy, mengungkapkan bahwa karya seni tradisional seperti lukisan terkenal sulit untuk dijual kembali di pasar terbuka. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa koleksi berharga Napoleon III menjadi incaran para pencuri? Apakah ada kolektor kaya yang bersedia menampung barang curian yang sulit diperjualbelikan? Kasus ini masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang.
