Internationalmedia.co.id memberitakan pernyataan mengejutkan dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio. Ia secara tegas menolak rencana pembentukan negara Palestina, bahkan mengkritik negara-negara seperti Prancis yang mendukungnya. Pernyataan ini disampaikan Rubio menanggapi rencana Israel untuk mencaplok Tepi Barat.
Rubio, saat diwawancarai di Ekuador, mengatakan bahwa rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel masih dalam pembahasan internal. Namun, ia menekankan penolakan AS terhadap negara Palestina. Menurutnya, pengakuan negara Palestina tidak serta merta terbentuk hanya dari pengakuan negara lain.

"Kami telah memperingatkan negara-negara tersebut sebelum mereka bertindak. Tidak akan ada negara Palestina. Negara Palestina tidak terbentuk hanya karena konferensi pers. Tindakan mereka akan berdampak negatif dan mempersulit gencatan senjata," tegas Rubio. Ia bahkan menuding dukungan terhadap Otoritas Palestina justru telah memperkuat Hamas di Gaza. Sebagai bukti, Rubio menyebut Hamas meninggalkan meja perundingan setelah Prancis menyatakan dukungannya terhadap Palestina.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan pengakuan negara Palestina di Sidang Umum PBB. Macron mengecam situasi kemanusiaan di Palestina dan sikap Israel yang dianggapnya keras kepala. Pernyataan Rubio ini tentu akan memanaskan kembali perdebatan sengit mengenai solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

