Internationalmedia.co.id – Brigade Ezzedine Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, mengumumkan rencana penyerahan jenazah tiga sandera Israel pada Minggu malam. Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung antara Gaza dan Israel.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui kanal Telegram Hamas, yang menyatakan bahwa jenazah tersebut ditemukan di sepanjang rute terowongan di Jalur Gaza selatan. Penyerahan dijadwalkan pada pukul 20.00 waktu Gaza (18.00 GMT).

Gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat ini bertujuan untuk memulangkan seluruh sandera Israel, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, Hamas telah membebaskan 20 sandera yang masih hidup dan secara bertahap menyerahkan jenazah sandera yang tewas.
Hingga saat ini, Hamas telah memulangkan 17 jenazah dari total 28 jenazah yang diidentifikasi, termasuk 15 warga Israel, satu warga negara Thailand, dan satu warga negara Nepal.
Israel menuduh Hamas memperlambat proses pemulangan jenazah, sementara Hamas berdalih bahwa proses tersebut terhambat karena banyak jenazah terkubur di bawah reruntuhan di Gaza.
Forum Sandera dan Keluarga Hilang, sebuah kelompok kampanye Israel yang mewakili keluarga sandera, mendesak pemerintah untuk bertindak tegas dan memastikan Hamas memenuhi komitmennya untuk mengembalikan seluruh jenazah sandera ke Israel secepatnya.
