Internationalmedia.co.id – News – Sydney, Australia – Aksi heroik Ahmed al Ahmed, seorang warga Australia yang berani melucuti senjata pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, memicu gelombang simpati dan apresiasi global. Pujian tak hanya datang dalam bentuk kata-kata, tetapi juga aliran dana fantastis dari publik dan salah satu miliarder terkaya dunia, Bill Ackman, yang menyumbangkan Rp 1,1 miliar.
Ahmed, seorang ayah dua anak berusia 43 tahun yang sehari-hari berjualan buah di Sydney, mendadak menjadi sorotan dunia. Rekaman video yang viral menunjukkan keberaniannya mengkonfrontasi dan merebut senjata dari salah satu penyerang. Tindakannya yang luar biasa ini diyakini telah menyelamatkan banyak nyawa, meskipun ia sendiri terluka akibat dua tembakan dan kini dalam kondisi stabil setelah menjalani operasi di Rumah Sakit St George.

Untuk mendukung "pahlawan" ini, sebuah kampanye penggalangan dana daring melalui platform GoFundMe segera diluncurkan. Respons publik sungguh luar biasa. Hanya dalam beberapa jam, lebih dari AUS$ 200.000 (sekitar Rp 2,2 miliar) berhasil terkumpul. Hingga Senin (15/12/2025) siang waktu Sydney, total donasi telah melampaui AUS$ 320.000 (Rp 3,5 miliar), dengan target awal yang direvisi menjadi AUS$ 709.000.
Salah satu donatur terbesar adalah Bill Ackman, bankir investasi terkemuka asal Amerika Serikat yang juga seorang filantropis. Ackman, yang kekayaannya ditaksir lebih dari US$ 9,5 miliar, menyumbangkan AUS$ 99.999 atau setara Rp 1,1 miliar. Seperti dilansir media lokal Australia, news.com.au, Ackman melalui akun media sosial X miliknya, tak hanya membagikan tautan GoFundMe tetapi juga secara aktif mengajak orang-orang di sekitarnya untuk ikut berdonasi. Ia memastikan bahwa "dana hanya akan disalurkan langsung kepada sang pahlawan," sebagai bentuk "hadiah" atas keberanian Ahmed.
Insiden penembakan massal di Pantai Bondi yang terjadi pada Minggu (14/12) itu diidentifikasi melibatkan dua pelaku, Sajid Akram (50) dan putranya, Naveed Akram (24). Sajid tewas ditembak polisi di lokasi kejadian, sementara Naveed mengalami luka kritis dan kini berada di bawah pengawasan ketat kepolisian di rumah sakit. Di tengah tragedi ini, aksi Ahmed bersinar sebagai simbol harapan dan perlawanan.
