Internationalmedia.co.id – News – Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan peningkatan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Total korban jiwa kini mencapai 105 orang, menyusul penambahan dua kasus kematian yang baru tercatat.
Plt Kapusdatin BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers virtual yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB pada Rabu lalu, mengonfirmasi angka tersebut. "Hari ini kami memperoleh data ketambahan dua orang yang meninggal, sehingga jumlah total yang meninggal menjadi 105," jelas Berton. Ia merinci bahwa 48 korban meninggal dunia diakibatkan secara langsung oleh guncangan gempa, sementara sisanya merupakan dampak tidak langsung dari bencana tersebut.

BNPB menyampaikan rasa duka cita mendalam atas bertambahnya korban. Berton juga memaparkan profil korban berdasarkan jenis kelamin, dengan 42 persen adalah laki-laki dan 58 persen perempuan. Analisis kelompok usia menunjukkan bahwa lansia menjadi kelompok paling rentan dengan 45 persen dari total korban, diikuti dewasa 37 persen, anak-anak 12 persen, serta balita dan batita sebagai sisanya.
Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga meningkat. Menurut data yang diterima internationalmedia.co.id, terdapat penambahan 12 orang, sehingga total korban luka-luka kini mencapai 1.678 jiwa. Sebaran terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai Timur, disusul oleh Kabupaten Manggarai.
Di sisi lain, terdapat kabar positif mengenai jumlah pengungsi. Berton melaporkan adanya penurunan drastis sebanyak 6.094 jiwa, terutama berasal dari Kabupaten Sikka. Meski demikian, beberapa wilayah lain justru mengalami penambahan pengungsi, sehingga total keseluruhan pengungsi saat ini mencapai 179.037 orang. Kabupaten Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat menjadi daerah dengan konsentrasi pengungsi tertinggi.
