Internationalmedia.co.id – Pasca gencatan senjata, tim penyelamat di Gaza menemukan puluhan jenazah dari reruntuhan bangunan setelah pasukan Israel menarik diri. Penemuan ini menambah pilu di tengah harapan akan perdamaian yang rapuh.
Mohammed al-Mughayyir, pejabat dari tim penyelamat yang beroperasi di bawah otoritas Hamas, mengungkapkan bahwa setidaknya 55 jenazah telah dievakuasi. Lokasi penemuan tersebar di berbagai wilayah yang sebelumnya menjadi pusat pertempuran sengit.

Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Mohammed Abu Salmiya, menambahkan bahwa 33 jenazah telah dibawa ke rumah sakit di Kota Gaza. Salah satu korban tewas bahkan dilaporkan terkena tembakan Israel di dekat daerah Baraka, Sheikh Radwan, sesaat sebelum gencatan senjata diberlakukan.
Penarikan pasukan Israel ini terjadi setelah tenggat waktu 72 jam yang diberikan kepada Hamas untuk membebaskan sandera yang tersisa di Gaza, sesuai dengan rencana perdamaian 20 poin yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump. Militer Israel sendiri mengklaim telah menghentikan tembakan sebagai persiapan gencatan senjata dan pemulangan sandera.
Penemuan puluhan jenazah ini menjadi pengingat pahit akan harga yang harus dibayar dalam konflik berkepanjangan. Pertanyaan besar kini adalah, mampukah gencatan senjata ini menjadi awal dari perdamaian yang berkelanjutan, atau hanya jeda sebelum babak baru kekerasan?
