Internationalmedia.co.id, Jakarta – Sebuah babak baru dalam konflik Israel-Hamas tampaknya akan segera dimulai. Kabar kesepakatan damai tahap pertama antara Israel dan Hamas disambut suka cita oleh warga Palestina di Gaza, membuka harapan baru akan berakhirnya konflik yang berkepanjangan.
Kabar baik ini pertama kali diumumkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui platform media sosialnya. Trump menyatakan bahwa kedua belah pihak telah menandatangani kesepakatan tersebut. "Saya sangat bangga mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani Tahap pertama Rencana Perdamaian kami," tulis Trump, seperti dilansir AFP, Kamis (9/10/2025).

Kesepakatan tahap pertama ini menjanjikan pembebasan seluruh sandera dan penarikan pasukan Israel dari Gaza ke wilayah yang telah disepakati. Reaksi atas berita ini sangat positif. Video yang beredar di media sosial menunjukkan warga Palestina di Gaza merayakan kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera dengan penuh suka cita. Kerumunan besar terlihat menari, bersiul, bertepuk tangan, dan meneriakkan "Allahu Akbar" di luar rumah sakit al-Aqsa, di pusat kota Deir al-Balah.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga memberikan pernyataan terkait kesepakatan ini. Ia menegaskan komitmennya untuk memulangkan seluruh sandera ke Israel. "Dengan pertolongan Tuhan, kami akan membawa mereka semua pulang," ujar Netanyahu, seperti dikutip dari AFP dan Reuters. Netanyahu juga berencana mengadakan pertemuan dengan pemerintahannya untuk menyetujui perjanjian pembebasan sandera di Gaza.
Sementara itu, militer Israel (IDF) dilaporkan tengah mempersiapkan penarikan sebagian pasukannya dari Gaza sebagai tindak lanjut dari kesepakatan gencatan senjata. "IDF telah memulai persiapan operasional menjelang implementasi perjanjian tersebut," demikian pernyataan militer Israel, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya.
Kesepakatan ini dicapai setelah melalui perundingan yang intensif di Mesir. Selain gencatan senjata dan pembebasan sandera, kesepakatan ini juga mencakup penarikan pasukan Israel dari Gaza, masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, dan pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel. Hamas sendiri mendesak Trump dan negara-negara Arab, Islam, dan internasional untuk memastikan Israel melaksanakan kewajibannya sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai. Mereka juga menekankan pentingnya agar pemerintah Israel tidak "menghindar atau menunda implementasi dari apa yang telah disepakati."
