Washington DC – Sebuah pengumuman mengejutkan datang dari Gedung Putih Amerika Serikat (AS), mengungkapkan bahwa Israel turut menyepakati ketentuan gencatan senjata yang telah disepakati antara AS dan Iran. Kesepakatan ini mengakhiri konflik sengit yang telah berlangsung lebih dari enam minggu di kawasan Timur Tengah. Tel Aviv dikabarkan bersedia menangguhkan operasi militer terhadap Teheran selama periode gencatan senjata dua minggu. Informasi ini, yang pertama kali diungkap oleh sejumlah pejabat Gedung Putih kepada media internasional terkemuka pada Selasa (7/4), menyusul pengumuman gencatan senjata AS-Iran oleh Presiden Donald Trump. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, para pejabat tersebut memilih untuk tidak disebutkan namanya.
Saat dikonfirmasi mengenai keterlibatan Israel, seorang pejabat Gedung Putih yang enggan diidentifikasi, seperti dikutip oleh CBS News, secara tegas menyatakan, "Ya, Israel telah menyetujui" kerangka perjanjian gencatan senjata tersebut. Laporan serupa juga disampaikan oleh Reuters, mengutip dua pejabat Gedung Putih yang membenarkan bahwa Israel telah memberikan persetujuan untuk gencatan senjata selama dua minggu, sekaligus berkomitmen untuk menunda operasi pengeboman terhadap Iran. Pejabat senior Gedung Putih lainnya, yang diwawancarai oleh CNN, menambahkan bahwa Israel merupakan bagian integral dari kesepakatan gencatan senjata ini dan telah setuju untuk menghentikan serangan udara selama proses negosiasi berlanjut.

Meskipun demikian, otoritas Israel sendiri belum secara eksplisit mengumumkan keterlibatannya dalam gencatan senjata AS-Iran yang diproklamasikan oleh Presiden Trump. Namun, empat jam setelah pengumuman Trump melalui platform Truth Social pada Selasa (7/4) malam, kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, merilis pernyataan yang mendukung keputusan Trump untuk menangguhkan pengeboman terhadap Iran selama dua minggu masa gencatan senjata. "Israel juga mendukung penuh upaya AS untuk memastikan Iran tidak lagi menjadi ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, negara-negara tetangga Arab, dan seluruh dunia," bunyi pernyataan resmi dari kantor Netanyahu. Ditambahkan pula, "Amerika Serikat telah meyakinkan Israel mengenai komitmennya untuk mencapai tujuan-tujuan bersama ini, yang dipegang teguh oleh AS, Israel, dan sekutu regional Israel, dalam negosiasi yang akan datang."
Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang berperan sebagai mediator utama dalam kesepakatan ini, telah mengumumkan bahwa AS dan sekutu-sekutunya telah menyepakati gencatan senjata "di mana-mana, termasuk Lebanon". Pernyataan ini secara implisit mengindikasikan persetujuan Israel untuk menghentikan serangannya terhadap Iran. Namun, di tengah berbagai informasi yang beredar, seorang juru bicara militer Israel memberikan pernyataan kontradiktif kepada CNN, menegaskan bahwa Israel masih terus melancarkan serangan terhadap Iran, menimbulkan pertanyaan mengenai implementasi penuh dari kesepakatan gencatan senjata ini.

