Gedung Putih meminta penyelidikan terkait insiden kerusakan eskalator di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump tiba untuk menghadiri Sidang Umum PBB. Internationalmedia.co.id mengutip laporan CNN, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, melalui media sosial X, mengungkapkan kekhawatirannya apakah insiden tersebut disengaja atau murni kecelakaan. Leavitt bahkan meminta agar pelaku, jika terbukti sengaja, dipecat dan segera diinvestigasi.
Pernyataan keras Leavitt ini didukung oleh tangkapan layar artikel dari The Times yang menyebutkan adanya candaan di kalangan staf PBB terkait kemungkinan mematikan eskalator dan lift untuk menyambut kedatangan Trump. Candaan tersebut bernada sarkastik, seolah-olah PBB kehabisan dana untuk operasional fasilitasnya.

Ironisnya, Presiden Trump sendiri sempat menyinggung insiden tersebut dalam pidatonya di Majelis Umum PBB. Dengan nada bercanda, ia berkomentar tentang pengalamannya di PBB, menyebutnya sebagai tempat dengan eskalator dan teleprompter yang buruk. Apakah ini hanya sebuah kebetulan atau ada konspirasi di balik kerusakan eskalator tersebut? Penyelidikan Gedung Putih diharapkan dapat mengungkap kebenarannya.

