Internationalmedia.co.id – News – Setelah enam bulan lamanya terabaikan pasca ambruk diterjang angin kencang, rumah milik Nani Kusnayati di Lingkungan Kepandean, Kelurahan Kagungan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, kini mendapatkan secercah harapan. Pemerintah Kota Serang melalui Wali Kota Budi Rustandi akhirnya turun tangan, mengucurkan bantuan dana sebesar Rp 30 juta untuk pembangunan kembali hunian yang menjadi saksi bisu perjuangan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) ini.
Nani menceritakan, musibah itu terjadi pada Februari lalu, ketika angin kencang disertai hujan deras melanda wilayah tersebut. Atap rumahnya tak kuasa menahan terjangan alam, ambruk dan menyisakan puing-puing. Beruntung, saat kejadian, Nani sedang berada di rumah saudaranya di Kramatwatu, sehingga tidak ada korban jiwa.

Namun, kerugian materiil tak terhindarkan. Sebagian besar barang-barang miliknya tertimpa reruntuhan dan tak bisa diselamatkan. "Barang-barang ambruk dan tidak bisa diselamatkan. Sebagian bisa saya amankan, sebagian lagi tertimpa," ujar Nani saat diwawancarai Internationalmedia.co.id pada Selasa lalu. Ia menambahkan, rumah yang dibelinya dari hasil jerih payah bekerja sebagai TKW di Brunei Darussalam dan Malaysia itu belum pernah direnovasi sejak enam tahun ditempati.
"Itu hasil jerih payah waktu saya kerja jadi TKW di Brunei sama Malaysia. Pokoknya saya sangat terharu sekali karena ada bantuan dari Pak Wali Kota," ungkapnya dengan nada haru, mengenang kembali perjuangannya membangun kehidupan.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, didampingi Kepala Diskominfo Kota Serang Tri Ningsih dan Camat Serang Basuni, langsung meninjau lokasi. Melihat kondisi rumah yang memprihatinkan, Budi Rustandi menegaskan komitmen Pemkot Serang untuk membantu warganya yang membutuhkan. Bantuan sebesar Rp 30 juta tersebut, menurut Budi, bersumber dari Biaya Penunjang Operasional (BPO) Wali Kota.
"Sembako dan uang Rp 30 juta buat bangun, kita lihat kerusakannya. Kasihan soalnya dia mau ngontrak dan tidak punya anak juga," jelas Budi. Ia juga menekankan pentingnya transparansi penggunaan dana BPO. "Uang ini berasal dari BPO Wali Kota. Biar masyarakat tahu kegunaan BPO itu untuk hal-hal seperti ini," tambahnya, menunjukkan bahwa dana operasional kepala daerah juga dapat dialokasikan untuk kepentingan sosial yang mendesak.
Dengan adanya bantuan ini, Nani Kusnayati kini bisa bernapas lega. Setelah berbulan-bulan menanti, rumah yang menjadi lambang perjuangannya itu akan segera dibangun kembali, mengakhiri penantian panjang dan memberikan harapan baru bagi kehidupannya di Kota Serang.