Internationalmedia.co.id Pemerintah Prancis memastikan mantan Presiden Nicolas Sarkozy mendapatkan pengawalan khusus selama menjalani hukuman penjara atas kasus konspirasi kriminal terkait Libya. Dua petugas keamanan ditugaskan untuk menjamin keselamatannya di balik jeruji besi.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengungkapkan bahwa mantan kepala negara memang berhak atas perlindungan ekstra mengingat status dan potensi ancaman yang mungkin dihadapi. Pengaturan ini tetap berlaku meski Sarkozy berada di dalam tahanan.

Sumber terpercaya menyebutkan, dua petugas keamanan tersebut ditempatkan di sel yang berdekatan dengan sel Sarkozy di penjara La Sante, Paris. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Sarkozy, yang menjabat sebagai Presiden Prancis periode 2007-2012, dinyatakan bersalah atas upaya mendapatkan dana ilegal dari Libya di bawah kepemimpinan Muammar Khadafi untuk kampanye pemilihannya. Ia dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas dakwaan konspirasi kriminal.
Menurut seorang staf penjara La Sante, Sarkozy kemungkinan ditahan di sel isolasi seluas 9 meter persegi. Langkah ini diambil untuk mencegah kontak dengan narapidana lain dan menghindari upaya pengambilan foto ilegal dengan ponsel selundupan. Di sel isolasi, Sarkozy diizinkan berjalan-jalan sendirian di halaman kecil sekali sehari dan menerima kunjungan tiga kali seminggu.
Sarkozy menjadi mantan kepala negara Uni Eropa pertama yang dipenjara. Di Prancis, ia adalah pemimpin pertama yang dipenjara sejak Philippe Petain, kepala negara kolaborator Nazi yang dihukum setelah Perang Dunia II. Sejak kalah dalam pemilu 2012, Sarkozy menghadapi berbagai masalah hukum dan telah dihukum dalam dua kasus lainnya.
