Internationalmedia.co.id – Dunia internasional dikejutkan dengan terungkapnya draf rencana perdamaian antara Rusia dan Ukraina yang diinisiasi oleh Amerika Serikat (AS) dan mendapat dukungan dari Presiden Donald Trump. Rencana kontroversial ini memuat poin-poin yang berpotensi mengubah peta geopolitik Eropa Timur.
Dalam draf yang terdiri dari 28 poin tersebut, Kyiv dikabarkan harus merelakan sebagian besar wilayah timurnya untuk dikuasai Rusia. Tak hanya itu, Ukraina juga diwajibkan untuk memangkas kekuatan militernya secara signifikan. Lebih lanjut, Ukraina harus berjanji untuk tidak bergabung dengan aliansi NATO dan tidak akan mendapatkan pasukan penjaga perdamaian Barat. Sebagai kompensasi, pesawat-pesawat tempur Eropa akan ditempatkan di Polandia untuk melindungi Ukraina.

Selain perkembangan mengejutkan terkait konflik Rusia-Ukraina, Internationalmedia.co.id merangkum sejumlah berita internasional penting lainnya yang menjadi sorotan pada hari ini, Jumat (21/11/2025):
Taiwan Siaga Penuh! Panduan Hadapi Invasi China Disebar ke Jutaan Rumah
Pemerintah Taiwan meningkatkan kesiapsiagaan dengan merilis panduan krisis yang dibagikan kepada jutaan rumah tangga. Panduan ini berisi informasi penting mengenai cara menghadapi berbagai situasi darurat, termasuk serangan udara dan bencana alam yang mungkin terjadi akibat invasi dari China. Meskipun bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, beberapa pihak mengkritik inisiatif ini sebagai pemborosan anggaran.
Gempa Dahsyat Landa Bangladesh! Korban Berjatuhan
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,5 mengguncang Bangladesh, menyebabkan kepanikan dan menelan korban jiwa. Pusat gempa dilaporkan berada dekat kota Narsingdi, sekitar 33 kilometer dari Dhaka. Gempa ini terjadi pada saat sebagian besar warga berada di rumah untuk merayakan hari libur.
Zelensky Buka Pintu Dialog dengan Trump Soal Perdamaian
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan AS dalam membahas rencana perdamaian yang diusulkan. Zelensky berharap dapat berdiskusi langsung dengan Presiden Trump dalam waktu dekat untuk membahas detail rencana tersebut. Sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengungkapkan bahwa rencana ini telah disusun secara rahasia oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff selama sebulan terakhir.
Thailand Perketat Pengawasan Visa Turis! Ada Apa?
Otoritas imigrasi Thailand memperketat pemeriksaan visa turis untuk mencegah penyalahgunaan kebijakan bebas visa oleh warga negara asing (WNA) yang melakukan aktivitas ilegal. Kebijakan ini menargetkan WNA yang sering keluar-masuk Thailand dengan kedok pariwisata. Juru bicara Biro Imigrasi Thailand, Mayor Polisi Cheongron Rimpadee, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari kampanye nasional melawan kejahatan siber. Pihak berwenang mencurigai banyak individu memanfaatkan kebijakan bebas visa untuk melakukan "visa run" dan terlibat dalam aktivitas ilegal.

